Kapolda Jatim Dimutasi
2 min read
SURABAYA, Mediasuarapublik – Sepekan setelah tragedi yang menewaskan hingga 131 orang di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo memutasi Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Nico Afinta. Polri menyatakan mutasi Nico bagian dari alih tugas jabatan dan wilayah penugasan yang biasa terjadi di Polri.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Nomor ST/2134/X/KEP/2022. Nico Afinta dimutasi ke jabatan baru, yakni Staf Ahli Sosial Budaya Kapolri. Kemudian, sebagai gantinya adalah Inspektur Jenderal Teddy Minahasa Putra yang sebelumnya menjabat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat.
Sejak berkarier di kepolisian pada 1993, Teddy pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Ia, misalnya, pernah menjadi ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2014-2017. Selain itu, pada 2018, Teddy didapuk menjadi Kepala Polda Banten menggantikan posisi Listyo Sigit Prabowo.
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo membenarkan adanya mutasi tersebut. Namun, ia tak menjawab saat ditanya apa ada kaitannya antara mutasi dan Tragedi Kanjuruhan.
Ia hanya menyampaikan bahwa mutasi adalah hal yang alamiah bagi personel Polri. ”Tour of duty (alih tugas jabatan) dan tour of area (wilayah penugasan). Mutasi adalah hal yang alamiah di organisasi Polri dalam rangka promosi dan meningkatkan kinerja organisasi,” ucap Dedi.
Sebelum keputusan mutasi ini keluar, muncul desakan dari berbagai pihak agar Kapolri mencopot Nico dari posisi Kapolda Jawa Timur. Salah satunya seperti disampaikan oleh Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid. Menurut Usman, pencopotan Nico penting karena dia memegang unsur keamanan tertinggi di Jatim. Karena itu, Nico sepatutnya bertanggung jawab penuh atas keselamatan masyarakat, terutama di Stadion Kanjuruhan. (Rev/FM/Yar)
