Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Petani Tembakau di Tulungagung Terancam Gagal Panen

Petani Tembakau di Tulungagung Terancam Gagal Panen

2 min read

TULUNGAGUNG, Mediasuarapublik – Para petani tembakau di Kabupaten Tulungagung terancam gagal panen. Hal tersebut dikarenakan tingginya intensitas hujan yang menyebabkan tanaman mereka tergenang air.

Diketahui, tanaman tembakau sendiri sangat sensitif dengan banjir sehingga rawan mengalami kerusakan.

Salah seorang petani tembakau, Puji Astuti (51) mengatakan, jika dirinya mau tidak mau harus memanen tembakau tersebut meskipun belum memasuki usia panen.

“Langkah ini kami lakukan agar tidak mengalami banyak kerugian akibat tanamanmya tergenang banjir,” jelasnya.

Petani asal Kecamatan Boyolangu tersebut mengungkapkan, jika banjir mulai merendam tanaman tembakaunya sejak Senin lalu. Tanaman tembakau miliknya seharusnya dipanen dua minggu lagi. Namun karena tergenang banjir, ia terpaksa melakukan panen dini.

Jika tembakau tergenang lebih dari 3 hari, petani akan mengalami kerugian lebih banyak. Hal ini disebabkan kualitas tembakau yang kurang baik dan bobotnya menyusut.

“Sebelum banjir sudah ditawar Rp650 ribu per kuintal. Kini setelah banjir harganya turun menjadi Rp500 ribu per kuintal, ” ujarnya, Selasa (04/10/2022).

Sementara itu, Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian Tulungagung, Gatot Rahayu menjelaskan, total luasan tanaman tembakau yang terdampak banjir mencapai 1.226 hektare. Area tanam tersebar di 20 desa dari 4 kecamatan. Daerah terparah tanaman tembakau yang tergenang banjir terdapat di Kecamatan Campurdarat. Luasan tanaman tembakau di wilayah tersebut mencapai 500 hektare.

“Yang terendam usia tanamannya beragam, mulai 30 hari hingga memasuki masa panen,” terangnya.

Hingga saat ini, Dinas Pertanian masih melakukan pemantauan terhadap kondisi tanaman yang tergenang banjir. Pihak Dinas Pertanian mengimbau para petani untuk segera memanen tanaman tembakaunya agar tidak merugi banyak.

“Jika nanti terjadi gagal panen, kami akan memberikan bantuan berupa benih padi ke petani. Setiap hektar akan mendapatkan 25 kilogram benih padi, ” pungkasnya. [My/Red]