Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Doa Bersama dari Lamongan Kepada Para Korban di Kanjuruhan

Doa Bersama dari Lamongan Kepada Para Korban di Kanjuruhan

2 min read

LAMONGAN, Mediasuarapublik – Rasa duka yang mendalam atas tragedi di Kanjuruhan Malang dirasakan oleh beberapa supporter sepak bola tanah air. Pada Senin Malam (3/10) tepatnya di Stadion Surajaya Lamongan, para supporter termasuk LA Mania, Curba Boys, Aremania, Bonek serta The Jak Mania menggelar doa bersama kepada para saudara yang telah meninggal dalam kejadian tersebut.

Para supporter yang menggelar Do’a bersama itu merasa kehilangan serta merasa hancur dengan adanya kejadian di Kanjuruhan yang telah menewaskan 125 orang tersebut. Mereka sangat menyayangkan dengan adanya penggunaan gas air air mata yang menjadi pemicu utama banyaknya korban meninggal.

Terlepas dari itu, para pendukung setia masing-masing klub menerima keputusan penundaan liga sampai keadaan kondusif. 

Perwakilan Curva Boys Verdi mengatakan, ini merupakan aksi solidaritas untuk saudara korban di Malang. Dari kejadian ini, mudah-mudahan menjadi pembelajaran bersama. Bahwa rivalitas hanya 90 menit, selepasnya sudara.

‘’Semoga setelah ini, kita para suporter bisa mengambil pelajaran berharga dan bersatu, kita sangat merasa berduka atas kejadian ini,’’ tutur Verdi.

Sementara itu, salah satu supporter LA Mania Saptaya Nugroho Duta menyampaikan duka mendalam atas kejadian di Malang. Aksi solidaritas ini merupakan bentuk dukungan kepada Aremania atas kejadian yang menimpa.

‘’Semoga keluarga diberikan kesabaran dan kekuatan. Serta teman-teman kita yang pulang mendahului bisa husnul khatimah,’’ ucapnya.

Manager Persela Fariz Julinar Maurisal merasakan kesedihan akibat tragedi Kanjuruhan ini. Persela dan atas nama manajemen menyampaikan berbela sungkawa. Dia juga mendukung upaya pemerintah dan pihak terkait dalam mengusut tuntas kejadian tersebut agar tidak terulang kemudian hari. ‘’Ini duka kita bersama, seharusnya sepak bola itu menyenangkan, bukan malah menelan korban jiwa sampai ratusan,’’ pungkasnya. (Fm/Red)