23 September 2026

Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » 10 Hari Berlalu, 117 Penumpang KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan

10 Hari Berlalu, 117 Penumpang KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan

JAKARTA, Mediasuarapublik – Upaya pencarian korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, masih terus dilakukan tim SAR gabungan. Hingga hari ke-10 operasi, sebanyak 117 penumpang kapal tersebut masih belum ditemukan.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan proses pencarian menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Kondisi cuaca, tingginya gelombang, kuatnya arus bawah laut hingga keterbatasan jarak pandang di dalam kapal menjadi sejumlah faktor yang menyulitkan proses evakuasi, terutama bagi penyelam.

“Kondisi bawah laut yang tidak stabil membuat proses penyelaman harus dilakukan dengan penuh perhitungan. Arus yang cukup kuat dan visibilitas rendah menyulitkan penyelam untuk menyusuri bagian dalam kapal dan menemukan korban,” kata Syafii saat dihubungi, Rabu (23/9/2026).

KM Virgo Transport 8 dilaporkan tenggelam pada Minggu (13/9) ketika melintas di wilayah Laut Jawa. Kapal tersebut mengalami musibah di tengah kondisi cuaca buruk yang disertai gelombang tinggi.

Memasuki Rabu (23/9), operasi pencarian telah berjalan selama 10 hari sejak kecelakaan terjadi.

Berdasarkan data manifes kapal, jumlah penumpang KM Virgo Transport 8 tercatat sebanyak 243 orang. Sementara berdasarkan perkembangan terakhir hingga Selasa (22/9), tim SAR telah menemukan 126 orang.

Dari jumlah tersebut, 108 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 18 orang lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Dengan demikian, masih terdapat 117 penumpang yang hingga kini belum ditemukan.

Syafii memastikan operasi pencarian belum dihentikan. Tim SAR gabungan terus mengerahkan berbagai metode pencarian, baik melalui jalur laut dan udara maupun dengan melibatkan personel penyelam dari Basarnas Special Group (BSG).

Dalam pelaksanaannya, setiap penyelaman dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan bawah laut dan aspek keselamatan personel. Situasi di lokasi membuat tim harus melakukan perhitungan secara matang sebelum menurunkan penyelam.

“Kami memahami harapan keluarga yang menunggu kepastian. Kondisi di lapangan memang tidak mudah, tetapi pencarian tetap kami lakukan secara maksimal. Keselamatan penyelam menjadi prioritas, namun upaya menemukan korban akan terus kami lanjutkan selama operasi masih memungkinkan,” jelasnya.

Basarnas bersama seluruh unsur SAR yang terlibat masih mengoptimalkan pencarian untuk menemukan penumpang yang belum diketahui keberadaannya. Operasi dilakukan dengan menyesuaikan kondisi cuaca, perairan, serta tingkat keamanan bagi seluruh personel yang bertugas. [AH/Red]