SPPG Sumberjo Suspend, 130 Siswa SMK Thoriqul Ulum Lamongan Tiga Pekan Tak Terima MBG
2 min read
LAMONGAN, Mediasuarapublik — Sebanyak 130 siswa SMK Thoriqul Ulum Lamongan selama kurang lebih tiga pekan belum menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut terjadi setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya melayani sekolah tersebut, yakni SPPG Lamongan Sumberjo, berstatus suspend sementara.
Kondisi ini disampaikan Gus Haris selaku pihak sekolah setelah melakukan konfirmasi kepada Koordinator Kecamatan (Koorcam) MBG Lamongan, Agustin, pada Senin (21/9/2026).
Dalam konfirmasi tersebut, Agustin membenarkan bahwa SMK Thoriqul Ulum sebelumnya mendapatkan layanan MBG dari SPPG Lamongan Sumberjo. Namun, karena SPPG tersebut saat ini sedang mengalami suspend sementara, distribusi MBG kepada sekolah untuk sementara tidak berjalan.
“Kami selaku Koorcam Lamongan memohon maaf terkait SMK Thoriqul Ulum yang sudah tiga minggu tidak mendapatkan MBG dikarenakan SPPG yang melayani terkena suspend,” ujar Agustin dalam pesan konfirmasi kepada pihak sekolah.
Menurut Agustin, saat ini Badan Gizi Nasional (BGN) sedang melakukan perbaikan sistem tata kelola, disiplin administrasi data, serta data penerima manfaat. Karena itu, proses pemindahan atau pengalihan sekolah dari satu SPPG ke SPPG lainnya tidak dapat dilakukan secara langsung seperti sebelumnya.
Pengajuan pengalihan, kata dia, harus dilakukan secara berjenjang kepada pihak terkait hingga tingkat pusat.
Agustin menyebutkan, pihaknya telah mengajukan permohonan pencabutan status suspend terhadap SPPG yang sebelumnya melayani SMK Thoriqul Ulum. Surat permohonan tersebut disebut telah diajukan kepada KAPGG pada 12 September 2026 dan akan kembali ditindaklanjuti.
Namun demikian, kondisi tersebut membuat 130 siswa harus menunggu lebih lama untuk kembali mendapatkan layanan MBG.
Pihak sekolah berharap persoalan administratif tersebut tidak berujung pada terhentinya hak siswa menerima manfaat program MBG dalam waktu yang berkepanjangan.
Apalagi, program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, termasuk peserta didik.
Karena itu, apabila SPPG yang menjadi penyuplai sekolah sedang tidak dapat beroperasi akibat status suspend, diperlukan solusi agar pelayanan kepada siswa tetap berjalan. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah pengalihan sementara ke SPPG lain yang tidak bermasalah dan masih memenuhi ketentuan jarak atau geospasial yang ditetapkan.
Agustin menjelaskan bahwa terdapat sejumlah kondisi yang dapat menjadi dasar pengajuan perpindahan atau pergantian SPPG, antara lain persoalan keamanan pangan, kualitas makanan yang tidak memenuhi standar secara berulang, serta keterlambatan atau terhentinya distribusi.
Untuk pengalihan, pihak sekolah dapat menyampaikan laporan dan permohonan secara resmi kepada BGN dengan melampirkan alasan serta bukti kendala layanan SPPG sebelumnya. Pengalihan selanjutnya dilakukan melalui mekanisme BGN setelah laporan ditelaah dan disesuaikan dengan prosedur yang berlaku.
Pihak sekolah berharap pemerintah dapat memberikan solusi secepatnya agar 130 siswa SMK Thoriqul Ulum Lamongan kembali memperoleh layanan MBG.
“Program MBG merupakan program pemerintah. Jangan sampai persoalan administrasi di tingkat SPPG membuat siswa yang menjadi penerima manfaat justru tidak mendapatkan makanan bergizi. Kalau SPPG sebelumnya masih dalam proses penyelesaian, kami berharap ada solusi pengalihan sementara ke SPPG yang tidak bermasalah,” demikian harapan pihak sekolah. [*]
