Pemkab Simalungun Dorong Setiap Desa dan Kelurahan Aktifkan Bank Sampah
SIMALUNGUN, Mediasuarapublik — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun mendorong seluruh perangkat kecamatan, kelurahan, dan desa untuk membentuk sekaligus mengaktifkan Bank Sampah sebagai salah satu langkah menangani persoalan sampah di wilayah masing-masing.
Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, mengatakan penanganan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat.
“Kami mengajak kerjasama lintas sektoral di kecamatan dan kelurahan/desa membangun kesadaran masyarakat,” ujar Mixnon, Selasa (7/4).
Pernyataan tersebut disampaikan Mixnon dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi, Terpadu, dan Berkelanjutan yang berlangsung di Kantor Bupati Simalungun, Raya.
Menurutnya, pemerintah daerah tengah mendorong perubahan menyeluruh dalam sistem pengelolaan sampah. Salah satu targetnya adalah mengubah pola pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menuju sistem sanitary landfill yang dinilai lebih sehat dan modern.
Selain pembenahan sistem di TPA, penguatan kelembagaan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi bagian dari strategi Pemkab Simalungun dalam memperbaiki tata kelola persampahan.
Pembentukan dan pengaktifan Bank Sampah di setiap desa dan kelurahan menjadi salah satu langkah konkret yang akan didorong pemerintah daerah.
Keberadaan Bank Sampah dinilai memiliki peran strategis karena tidak hanya membantu mengurangi volume sampah dari sumbernya, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Mixnon optimistis, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dapat mendorong terciptanya lingkungan Kabupaten Simalungun yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk mendukung visi Kabupaten Simalungun dalam mewujudkan daerah yang ASRI (Asri, Sehat, Rapi, Indah).
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun, Daniel Silalahi, mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam pengelolaan sampah.
Persoalan tersebut antara lain keterbatasan anggaran, minimnya sarana dan prasarana pendukung, serta masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Selain itu, sistem pengelolaan di TPA yang masih menerapkan pola terbuka atau open dumping juga menjadi salah satu persoalan yang perlu segera mendapatkan perhatian.
Kondisi tersebut dinilai perlu dibenahi guna mengurangi dampak terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup RI, Eka Jatnika Arifin.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Pemkab Simalungun berharap penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, mulai dari tingkat desa dan kelurahan hingga pengelolaan di tingkat kabupaten. [Hasudungan Purba]
