Pemkab Simalungun: Penanganan Longsor di Nagori Marubun Lokkung Akan Dituntaskan Sampai Selesai
2 min read
SIMALUNGUN, Mediasuarapublik – Pemerintah Kabupaten Simalungun menegaskan komitmen penuh untuk menanggulangi hingga tuntas bencana longsor yang melanda Nagori Marubun Lokkung, Kecamatan Dolok Silou.
Pernyataan ini disampaikan Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih melalui Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora, Kamis (9/7/2026) di Pematang Raya, Sumatera Utara.
“Pemerintah Kabupaten Simalungun saat ini sedang terus melaksanakan pekerjaan penanganan di lokasi, meskipun masih terdapat kendala cuaca yang menghambat proses pengerjaan,” ujar Sekda.

Bencana longsor ini telah memutus akses jalan penghubung antara Nagori Marubun Lokkung dengan Nagori Tinggi Raja di Kecamatan Silou Kahean, sehingga sangat mengganggu mobilitas serta aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Jalur ini merupakan sarana vital bagi warga untuk beraktivitas dan menyalurkan hasil bumi. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya menuntaskan pembangunan dan perbaikan sampai benar-benar selesai dan aman digunakan,” tegasnya.
Mewakili Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Oliver Silalahi melaporkan bahwa pekerjaan penanganan di lapangan tetap berjalan namun menghadapi sejumlah tantangan berat.
Curah hujan yang tinggi memicu terjadinya longsor susulan beberapa kali, sehingga merubah cakupan pekerjaan yang semula direncanakan: konstruksi Tembok Penahan Tanah yang awalnya 30 meter kini diperpanjang menjadi 39 meter, sedangkan pekerjaan Box Culvert ditambah dari 9 meter menjadi 21 meter.
Selain itu, akses menuju lokasi yang terbatas menyulitkan distribusi material bangunan dan menyebabkan keterlambatan pasokan, sementara ketersediaan bahan di sekitar lokasi juga sangat terbatas.
Area pekerjaan yang sempit serta tidak adanya jalur alternatif membuat aktivitas warga yang mengangkut hasil pertanian dan perkebunan sering kali beririsan dengan pelaksanaan perbaikan.
“Akibat longsor susulan terjadi penambahan volume pekerjaan, waktu pelaksanaan kini diperpanjang dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada bulan Agustus 2026,” pungkas Oliver.
Pemerintah Kabupaten Simalungun terus memantau perkembangan di lapangan dan berkomitmen mengerahkan segala upaya agar perbaikan dapat berjalan secepat mungkin demi mengembalikan kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
(Hasudungan Purba)
