ABJI Gelar Diklat Perdana di Pacet, Perkuat Militansi Kader dan Soliditas Organisasi
3 min read
MOJOKERTO, Mediasuarapublik – Aliansi Alam Bersatu Jaya Indonesia (ABJI) menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juni 2026, di salah satu villa di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kapasitas dan Militansi Kader dalam Mewujudkan Organisasi yang Berintegritas dan Solid” tersebut diikuti oleh puluhan aktivis ABJI dari berbagai daerah sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang kuat, disiplin, dan memiliki arah perjuangan yang jelas.


Berbagai materi diberikan kepada peserta, mulai dari pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), dan beberapa agenda pembahasan AD/ART, rapat kerja organisasi, pelatihan teknik orasi, hingga lomba orasi berkelompok yang diikuti lima tim. Dalam lomba tersebut, panitia menyediakan hadiah pembinaan berupa Juara I sebesar Rp1 juta, Juara II Rp750 ribu, Juara III Rp500 ribu, serta Juara IV dan V masing-masing Rp100 ribu.
Presiden ABJI, Suliono, S.H., menyampaikan rasa syukur atas perkembangan organisasi yang dinilai sangat cepat meskipun baru berdiri sekitar dua bulan.
“Alhamdulillah, dalam usia yang masih sangat muda, ABJI telah mampu membentuk dua Dewan Pimpinan Wilayah, yaitu DPW Jawa Timur dan DPW Sumatera Utara. Dalam waktu dekat seluruh kepengurusan akan segera dilantik agar roda organisasi dapat berjalan lebih maksimal di masing-masing daerah,” ujarnya.
Suliono menjelaskan, untuk wilayah Jawa Timur telah terbentuk DPD Lamongan, DPD Jombang, DPD Kabupaten Mojokerto, DPD Kota Mojokerto, dan DPD Gresik. Sedangkan di Sumatera Utara telah terbentuk DPD Simalungun, DPD Kota Pematangsiantar, DPD Labuhan Batu Selatan, DPD Tapanuli Selatan, serta DPD Kota Padangsidimpuan.
Menurutnya, ABJI lahir sebagai organisasi yang berorientasi pada pergerakan dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh sebab itu, selain memperkuat kelembagaan melalui pembahasan AD/ART dan rapat kerja, organisasi juga telah merancang sejumlah program sosial yang akan segera direalisasikan.
“Kami ingin ABJI hadir bukan hanya sebagai organisasi yang kritis terhadap persoalan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari solusi. Dalam rapat kerja yang telah dilaksanakan, kami menyusun berbagai program sosial, termasuk kegiatan santunan bagi masyarakat yang membutuhkan di daerah-daerah terpencil,” tegas Suliono.
Sementara itu, Wakil Presiden ABJI, Sulikan, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya hadir sebagai wadah pemersatu berbagai elemen masyarakat.
“ABJI terbuka bagi LSM, media, organisasi kemasyarakatan, maupun masyarakat umum yang memiliki semangat yang sama dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Kami ingin membangun organisasi yang profesional, independen, dan berintegritas dalam menjalankan setiap program dan perjuangan,” kata Sulikan.
Ia menambahkan, visi tersebut bukan sekadar slogan organisasi, melainkan komitmen yang akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, pendampingan hukum, advokasi masyarakat, serta kerja sama dengan berbagai pihak demi kemajuan masyarakat.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal ABJI, Sukadi, S.H., menjelaskan bahwa materi kedisiplinan yang diberikan selama kegiatan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter kader organisasi.
“Pelatihan PBB bukan hanya soal baris-berbaris, tetapi juga tentang membangun disiplin, loyalitas, kekompakan, dan tanggung jawab. Kami ingin kader ABJI memiliki mental pejuang yang militan, namun tetap mengedepankan etika, integritas, dan profesionalisme dalam setiap langkah perjuangan,” jelasnya.
Menutup seluruh rangkaian kegiatan, panitia menyelenggarakan prosesi penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta Diklat sebagai bentuk penghargaan atas keikutsertaan dan dedikasi selama mengikuti kegiatan. Selain itu, dilakukan pula penyerahan secara simbolis Surat Keputusan (SK) dan Kartu Tanda Anggota (KTA) kepada jajaran pengurus DPW ABJI Jawa Timur.
Sukadi menjelaskan, menjelaskan bahwa penyerahan dokumen organisasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat legalitas dan administrasi organisasi di seluruh wilayah Indonesia.
“Pada penutupan kegiatan ini kami menyerahkan sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bukti telah mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan. Selain itu, SK dan KTA pengurus DPW Jawa Timur juga kami serahkan secara simbolis. Sedangkan untuk DPW Sumatera Utara, SK dan KTA telah kami kirimkan melalui jasa pengiriman dan telah diterima untuk nantinya digunanakan sebagai syarat untuk memasukkan ke Badan Kesbangpol,” ujar Sukadi.
Ia menambahkan bahwa kelengkapan administrasi tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus memastikan seluruh pengurus memiliki legalitas yang jelas dalam menjalankan tugas dan program organisasi.
“Harapan kami setelah kegiatan ini seluruh pengurus dan kader ABJI dapat segera bergerak menjalankan program kerja yang telah disepakati bersama, baik di bidang sosial, advokasi, maupun pemberdayaan masyarakat. Semangat yang terbangun selama diklat harus menjadi energi untuk membesarkan organisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, ABJI berharap mampu melahirkan kader-kader yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual dan keberanian menyuarakan aspirasi masyarakat, tetapi juga memiliki semangat kebersamaan yang kuat. Sejalan dengan tema kegiatan, seluruh peserta diajak memperkuat kapasitas diri dan militansi organisasi guna mewujudkan ABJI sebagai organisasi yang solid, berintegritas, serta konsisten hadir di tengah masyarakat sebagai mitra perjuangan dan pengabdian. [P.Shal/E]
