Realisasi Diduga Berbanding Terbalik dengan Besarnya Anggaran, Program Ketahanan Pangan 2025 di Desa Karangturi Jadi Sorotan
2 min read
LAMONGAN, Mediasuapublik – Program ketahanan pangan Tahun Anggaran 2025 di Desa Karangturi, Kecamatan Glagah, mulai menjadi sorotan setelah muncul dugaan ketidaksesuaian antara besaran anggaran dengan realisasi di lapangan. Berdasarkan data yang diperoleh tim investigasi, Desa Karangturi menerima Dana Desa (DD) Tahun 2025 sebesar Rp826.563.000, dengan alokasi khusus program ketahanan pangan mencapai Rp165.312.600.
Saat melakukan penelusuran dan wawancara dengan Kepala Desa Karangturi, diketahui bahwa anggaran ketahanan pangan tersebut diperuntukkan bagi program ternak kambing yang dibagi ke dalam tujuh lokasi kandang berbeda. Namun, dalam proses pengecekan lapangan, tim hanya diperlihatkan satu lokasi kandang dengan jumlah sekitar lima ekor kambing.
Kondisi tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan terkait transparansi dan kesesuaian realisasi anggaran. Pasalnya, pihak desa belum memberikan rincian jelas mengenai jumlah keseluruhan kambing yang dibeli, mekanisme pengadaan, hingga lokasi lengkap tujuh titik kandang yang disebutkan.
Minimnya keterangan dari pihak pemerintah desa membuat dugaan publik semakin menguat. Terlebih, kandang ternak disebut dititipkan di rumah warga, namun hingga kini tim investigasi belum mendapatkan akses untuk melihat keseluruhan lokasi yang dimaksud.
Dengan anggaran mencapai Rp165 juta lebih, jumlah ternak yang diperlihatkan dinilai belum cukup menjawab besarnya dana yang telah dialokasikan. Situasi ini memunculkan dugaan bahwa sebagian lokasi maupun ternak yang disebutkan berpotensi tidak sesuai fakta di lapangan.
Masyarakat berharap pihak desa dapat segera membuka data secara transparan, mulai dari rincian pembelian kambing, jumlah penerima manfaat, lokasi kandang, hingga bukti realisasi penggunaan anggaran. Transparansi dinilai penting agar program ketahanan pangan benar-benar berjalan sesuai tujuan dan tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.
Kesimpulan
Program ketahanan pangan Desa Karangturi Tahun 2025 patut mendapat perhatian dan pengawasan lebih lanjut. Besarnya anggaran yang digelontorkan belum sebanding dengan fakta lapangan yang diperlihatkan kepada tim investigasi. Ketidakjelasan data, minimnya akses informasi, serta hanya ditunjukkannya satu lokasi kandang menimbulkan dugaan adanya ketidaksesuaian realisasi program. Pemerintah desa diharapkan segera memberikan klarifikasi terbuka agar tidak muncul asumsi liar maupun dugaan fiktif dalam pelaksanaan program ketahanan pangan tersebut. [DMS/F/Red]
