Dinas Pertanian Lamongan Inisiasi Gerakan Pengendalian Hama, Mas Bhabin Sidomukti Turun Langsung Ke Sawah
2 min read
LAMONGAN, Mediasuarapublik — Komitmen menjaga ketahanan pangan terus diperkuat. Melalui inisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, kegiatan Gerakan Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) pada tanaman padi digelar di area persawahan Poktan Sidodadi Sukoanyar, Desa Sidomukti, Kecamatan Kembangbahu, Kamis (23/04/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mengantisipasi serangan hama Tryporyza incertulas (penggerek batang padi) yang berpotensi menurunkan produktivitas hasil panen petani.
Menariknya, dalam kegiatan tersebut tampak kehadiran dan peran aktif Bhabinkamtibmas Desa Sidomukti, AIPDA Nanang Sumantri, S.H. atau yang akrab disapa Mas Bhabin Sidomukti. Ia tidak hanya hadir, tetapi turut mendampingi petani secara langsung di lapangan.
Bersama Camat Kembangbahu, Danramil Kembangbahu, jajaran Polsek, penyuluh pertanian, perangkat desa, serta kelompok tani, kegiatan ini menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Program yang digagas oleh Dinas Pertanian ini mengedepankan metode Agens Pengendali Hayati (APH) sebagai solusi ramah lingkungan dalam mengendalikan hama. Metode ini dinilai lebih aman dibanding penggunaan bahan kimia karena mampu menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
Di tengah kegiatan, petani tidak hanya diberikan teori, tetapi juga langsung melakukan praktik aplikasi APH di lahan persawahan. Hal ini bertujuan agar petani benar-benar memahami teknik pengendalian hama secara efektif dan berkelanjutan. Kapolsek Kembangbahu IPTU Sono, S.H. menyampaikan bahwa keterlibatan Polri merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Polri, TNI, pemerintah dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah petani diharapkan mampu memberikan motivasi serta solusi nyata terhadap permasalahan di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, antusiasme petani terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka menyambut baik metode pengendalian hayati karena dinilai lebih hemat biaya, aman bagi lingkungan, serta berpotensi meningkatkan hasil panen. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa menjaga ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani, tetapi juga hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat.
Dengan adanya gerakan ini, diharapkan serangan hama dapat ditekan secara signifikan, produktivitas padi meningkat, serta kesejahteraan petani di wilayah Kabupaten Lamongan semakin terjaga. Langkah kecil di sawah, namun berdampak besar bagi masa depan ketahanan pangan bangsa. [**]
