Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Badan Usaha Transportasi dan Limbah Pabrik LJT Diduga Tidak Memiliki Izin Operasional Dan Kendaraan Tidak Sesuai Spesifikasi

Badan Usaha Transportasi dan Limbah Pabrik LJT Diduga Tidak Memiliki Izin Operasional Dan Kendaraan Tidak Sesuai Spesifikasi

1 min read

LAMONGAN, Mediasuarapublik – Usaha transportasi dan pengelolaan limbah pabrik yang dijalankan Laskar Joko Tingkir (LJT) di Desa Ardirejo, Kecamatan Sambeng, milik seorang pengusaha bernama Joko, diduga tidak mengantongi izin operasional yang sesuai aturan.

Berdasarkan Informasi dan penelusuran yang dilakukan, armada yang digunakan pun disinyalir tidak memenuhi spesifikasi teknis sebagaimana standar produksi pabrik maupun regulasi lalu lintas yang berlaku di bawah kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas).

Hasil penelusuran tim investigasi Aliansi Alam Bersatu Jaya bersama awak media Suara Publik di lokasi menemukan banyak kendaraan yang sudah dimodifikasi dari ukuran aslinya, baik panjang maupun lebar. Kendaraan tersebut digunakan untuk mengangkut limbah dari pabrik kayu yang menjadi rekanan LJT.

Praktik tersebut jelas bertentangan dengan aturan pemerintah, khususnya kebijakan Kementerian Perhubungan yang gencar menindak kendaraan dengan muatan berlebih (overload) maupun modifikasi berlebihan (over dimension) atau yang biasa dikenal dengan istilah ODOL, karena berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya. Namun, LJT justru diduga sengaja melakukan perubahan ukuran armada demi meningkatkan kapasitas angkut dan keuntungan usahanya.

Seharusnya, kendaraan yang sudah dimodifikasi tidak akan lolos uji KIR ataupun administrasi persyaratan kendaraan lainnya. Dugaan pun semakin menguat bahwa ada indikasi permainan antara LJT dengan pihak Dishub dalam proses uji KIR, serta dengan Samsat terkait penerbitan STNK maupun pajak tahunan.

Saat dikonfirmasi, pihak LJT dalam hal ini Joko tidak berada di lokasi karena sedang melakukan aktivitas bisnis di luar pabrik. Tim investigasi bersama awak media berencana melanjutkan konfirmasi kepada instansi terkait mengenai legalitas usaha dan kelengkapan dokumen seluruh armada yang dimiliki LJT. [Tim Investigasi]