Pembinaan dan Workshop Gugus IV Korwil Pendidikan Lamongan: Integrasi Koding dan AI dalam Pembelajaran
3 min read
LAMONGAN, Mediasuarapublik — Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan mendorong kesiapan tenaga pendidik menghadapi menghadapi tantangan abad ke-21, Gugus Sekolah IV Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Lamongan menyelenggarakan kegiatan Pembinaan dan Workshop Deep Learning, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (KKA) pada, Selasa (29/07) di SDN 3 Made.

Kegiatan yang dihadiri oleh 134 guru dan 10 kepala sekolah dari berbagai sekolah dasar di wilayah Gugus IV Kecamatan Lamongan ini merupakan bentuk komitmen Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Lamongan dalam mendukung peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pembelajaran masa kini.

Kepala Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Lamongan, Drs. Rustam, M.Pd. dalam sambutannya menekankan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini tidak lagi sebatas pada penguasaan konten kurikulum, tetapi juga bagaimana guru mampu mengemas pembelajaran agar relevan, kontekstual, dan selaras dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan generasi digital.
“Transformasi pendidikan menuntut kita semua untuk keluar dari zona nyaman. Guru bukan hanya penyampai materi, melainkan agen perubahan yang harus siap menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, kreatif, dan adaptif. Karena itu, pemahaman terhadap konsep deep learning, koding, dan kecerdasan artifisial menjadi sangat penting,” tegasnya.
Penerapan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan, kata Rustam, bukan sekadar tren, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran di sekolah.
“Teknologi tidak akan pernah menggantikan peran guru, tetapi guru yang tidak mampu beradaptasi dengan teknologi berisiko tergilas zaman. AI, jika dipahami dan dimanfaatkan dengan benar, justru menjadi mitra kerja yang sangat membantu dalam menganalisis kebutuhan belajar siswa, memberi umpan balik otomatis, dan menciptakan pengalaman belajar yang personal,” tambah Rustam.
Kegiatan pembinaan dan workshop ini diisi dengan pengenalan konsep pembelajaran mendalam (deep learning), yang menitikberatkan pada kemampuan siswa untuk memahami secara konseptual, berpikir kritis, kolaboratif, dan mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada konsep koding dasar menggunakan media visual dan permainan edukatif yang mudah diimplementasikan di tingkat sekolah dasar.
Tak kalah menarik, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai aplikasi dan pendekatan berbasis Kecerdasan Artifisial (KKA) yang kini mulai masuk ke dunia pendidikan, seperti asesmen otomatis, platform pembelajaran adaptif, hingga penggunaan chatbot dan sistem rekomendasi materi belajar.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak guru yang sebelumnya belum familiar dengan konsep-konsep digital tersebut merasa tercerahkan dan mendapatkan perspektif baru dalam mengembangkan pembelajaran di kelas. Mereka juga aktif berdiskusi, bertanya, serta mencoba langsung beberapa alat bantu dan platform digital yang telah diperkenalkan.
Salah seorang guru SDN Made 3 mengungkapkan kesannya usai mengikuti kegiatan.
“Ini pengalaman yang luar biasa. Saya jadi paham bahwa koding dan AI bukan hanya milik sekolah-sekolah besar atau di kota saja. Kami di sekolah dasar pun bisa memulai dari hal-hal kecil, yang penting punya kemauan dan terus belajar,” tuturnya.

Kegiatan ini ditutup dengan refleksi dan diskusi bersama, di mana peserta menyampaikan rencana tindak lanjut di sekolah masing-masing untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat. Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Lamongan juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta atas semangat dan partisipasinya, serta menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang.
“Kami akan terus mendorong agar pembinaan dan pelatihan yang berbasis inovasi pembelajaran ini tidak hanya berhenti di sini, tapi menjadi budaya di setiap gugus. Karena kemajuan pendidikan bukan dimulai dari pusat, tapi dari ruang kelas dan komunitas belajar seperti ini,” pungkas Rustam.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan para guru dan kepala sekolah di lingkungan Gugus IV Kecamatan Lamongan semakin siap menjadi pionir dalam penerapan pembelajaran inovatif, serta menjadi agen perubahan dalam menghadirkan pendidikan yang relevan, inklusif, dan bermutu tinggi di era digital. [Yah]
