Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Penjelasan BMKG Soal Panas Terik yang Kembali Melanda

Penjelasan BMKG Soal Panas Terik yang Kembali Melanda

3 min read

JAKARTA, Mediasuarapublik – Panas terik kembali melanda sejumlah wilayah, terutama di Jawa hingga Nusa Tenggara ditengah status musim penghujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan, bahwa hal itu terjadi akibat tidak adanya tutupan awan dan kurangnya pertumbuhan awan hujan. Kondisi tersebut dipicu oleh aktivitas pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan (LCS).

“Yang menyebabkan berkurangnya aliran massa udara basah ke arah selatan ekuator,” kata Plt Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani dikutip, Selasa (19/12/2023).

Dia menerangkan, dalam sepekan terakhir kondisi suhu panas dan cukup terik pada siang hari memang terjadi di beberapa wilayah, terutama di sekitar Selatan Ekuator. Andri menjelaskan, kondisi cuaca panas itu secara umum dipicu oleh dominasi cuaca cerah pada siang hari di sebagian besar wilayah di Jawa hingga Nusa Tenggara.

“Berdasarkan citra satelit cuaca terlihat dalam beberapa hari terakhir di wilayah Jawa atau Indonesia bagian selatan tidak terdapat tutupan awan, sehingga sinar matahari intens/optimum langsung ke permukaan bumi,” kata dia.

Berdasarkan analisis terbaru, menurut dia, aktivitas pola tekanan rendah di sekitar LCS masih dapat berlangsung dalam tiga hingga empat hari ke depan dengan intensitas yang cenderung melemah.

Hal itu kemudian dapat berdampak pada potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara yang dapat terjadi mulai tanggal 23 Desember 2023 mendatang.

Andri juga menjelaskan, keberadaan pola tekanan rendah di sekitar LCS itu secara tidak langsung turut membentuk pola pertemuan serta belokan angin dan menyebabkan terjadinya peningkatan pertumbuhan awan hujan di sekitar Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Hal ini membuat dalam sepekan terakhir hujan dengan intensitas lebat masih terjadi di sebagian wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Memasuki musim penghujan, cuaca panas masih terasa signifikan di berbagai daerah Indonesia. Di Banten misalnya, suhu maksimum harian per 17 Desember mencapai 36,2 derajat Celsius, disusul Majalengka mencapai 36 derajat Celsius. Sementara itu di Jakarta, seperti yang diamati oleh Stasiun Meteorologi Tanah Merah, mencapai 35,2 derajat Celsius per 17 Desember.

Panasnya suhu yang terjadi di musim penghujan tersebut dinilai sebagai bagian dari efek pemanasan global dan perubahan iklim. “Memang secara gradual khususnya di wilayah tropis, efek dari pemanasan global dan perubahan iklim ini adalah naiknya temperatur secara gradual atau perlahan,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan dikutip dari Republika, Selasa (19/12/2023).

Ardhasena mengatakan bahwa secara keseluruhan, 2023 diklasifikasikan sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat sepanjang sejarah Bumi. Sistem iklim Bumi yang terus memanas secara signifikan tersebut, juga dapat berpengaruh pada suhu dan cuaca di Indonesia.

Sementara itu peneliti klimatologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin pada platform X menerangkan, deret hari kering tanpa hujan alias dry spells selama Desember memang terjadi di sebagian besar Jawa seiring memuncaknya El Nino. Kering di musim hujan juga disebabkan oleh intrusi massa udara kering dari Samudera Hindia Selatan Jawan dan Australia yang tengah musim panas. 

“Kering di musim hujan juga sebab intrusi massa udara kering dari Samudra Hindia selatan Jawa dan Australia yg sedang musim panas,” kata Erma, dikutip Selasa (19/12/2023).

Dia juga mengatakan, dampak El Nino semakin terasa pada Desember-Januari karena pendinginan suhu muka laut hingga lapisan termoklin dekat Papua baru terbentuk pada Desember. Menurut dia, kondisi itu kontras dengan pemanasan suhu di Samudra Pasifik. “Sebelumnya, wilayah dekat Papua masih hangat sisa La Nina yang belum luruh,” jelas dia. [AH/Red]