Karhutla Kawasan Hutan Produksi Perhutani di Lumajang Berhasil Dipadamkan, Asper : Penyebab dalam Penyelidikan
1 min read
LUMAJANG, Mediasuarapublik – Setelah hampir 5 jam berjibaku, akhirnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan produksi Perhutani, di petak 15-A, RPH Bagu, BKPH Pasirian bukit Puncak Rangga Desa Condro Pasirian, berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan dari Perhutani, TNI/Polri serta warga sekitar, Minggu (22/10) sore.
Asper BKPH Pasirian, Eko Tunggal Wahyudiyono, mengatakan bahwa proses pemadaman karhutla di kawasan hutan produksi Puncak Rangga memang cukup memakan waktu, akibat beberapa kendala.
“Selain kondisi cuaca angin yang sangat kencang, keberadaan tanaman dan alang-alang yang kering juga menjadi penyebab utama api sulit dipadamkan. Sempat padam, namun muncul titik api baru lagi,” ungkap Eko, Selasa (24/10).
“Hutan produksi ini memiliki luas baku sekitar 15 hektar. Jenis tanaman tegakan berupa kayu jati, pinus dan didominasi jenis kayu johar,” ucapnya.
“Namun yang terbakar, hanya bagian bawah tegakan berupa semak belukar, daun jati dan alang-alang kering,” sambungnya.
Lebih lanjut Eko menyatakan, meskipun karhutla ini berhasil dipadamkan secara total pada pukul 17.00 Wib, pihaknya masih tetap bersiaga di lokasi, guna mengantisipasi munculnya titik api baru.
“Kami tetap berjaga di lokasi, mengantisipasi munculnya titik api baru karena masih ada sisa bara api di beberapa titik yang sulit dijangkau. Perkiraan luasan lahan yang terbakar sekitar 3 hektar,” jelasnya.
Sementara itu, terkait penyebab karhutla ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan apakah murni faktor alam atau ada unsur kesengajaan.
“Untuk penyebab kebakaran masih kita selidiki. Yang jelas, kami terus menghimbau kepada warga agar tidak menyalakan api atau membuang puntung rokok sembarangan. Sebab, akibat musim kemarau yang panjang saat ini, membuat sejumlah tanaman kering dan mudah terbakar,” tutupnya. [Red/E]
