Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Pemerintah Berharap Pengoperasian Smelter Manyar Gresik Dipercepat

Pemerintah Berharap Pengoperasian Smelter Manyar Gresik Dipercepat

2 min read

GRESIK, Mediasuarapublik – Pemerintah berharap pembangunan Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia dapat diselesaikan sesuai target, bahkan dipercepat, hingga mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun atau kapasitas penuh. Progres konstruksi ditarget 4 persen per bulan sehingga bisa mencapai 92 persen pada Desember 2023.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meninjau langsung Smelter Manyar PT Freeport Indonesia (PTFI), di Gresik, Jawa Timur, Kamis (4/5/2023), didampingi Presiden Direktur PTFI Tony Wenas. Hal itu dilakukan setelah pemerintah memutuskan merelaksasi larangan ekspor konsentrat tembaga yang seharusnya diberlakukan mulai Juni 2023.

”Pada (akhir) Maret (2023) kemajuan 61,5 persen dan April diharapkan menjadi 65 persen. Kami meminta (PTFI) berusaha (agar kemajuan) mencapai 4 persen per bulan. Mereka sampaikan, Desember itu mencapai 92 persen dan Mei 2024 sudah mulai commissioning (uji coba), lalu ke produksi, lalu ramp-up (meningkat),” kata Arifin.

Arifin juga meminta agar pengolahan konsentrat tembaga secara penuh Smelter Manyar bisa segera dipastikan. ”(Setelah produksi awal) masih ada lagi. Harus di-challenge agar bisa di-expedite (dipercepat). Supaya ketahuan pabrik ini benar-benar mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat atau tidak,” lanjutnya.

Sebelumnya, pada Jumat (28/4/2023), pemerintah memutuskan memperpanjang izin ekspor konsentrat tembaga kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, ekspor harus stop per Juni 2023.

Kemajuan konstruksi proyek Smelter Manyar yang dianggap signifikan pun menjadi salah satu pertimbangan pemerintah melonggarkan aturan. Pertimbangan lainnya ialah pandemi Covid-19 dan potensi kerugian yang ditimbulkan jika larangan ekspor diberlakukan tahun ini. Terlebih, 51 persen saham PTFI kini dimiliki Indonesia.

Vice President Corporate Communications PTFI Katri Krisnati, saat dikonfirmasi mengenai target pembangunan dan kemungkinan percepatan operasional penuh Smelter Manyar menjawab, ”Pre-commissioning dan commissioning akan dimulai setelah tahap konstruksi selesai di Desember 2023. Mei 2024 sudah mulai beroperasi dan beroperasi penuh pada Desember 2024,” ujarnya, Jumat.

Smelter Manyar ialah fasilitas pemurnian dan pengolahan konsentrat tembaga PTFI di Kawasan Java Integrated Industrial Estate (JIIPE) Gresik dengan luas total sekitar 100 hektar. Dengan kapasitas pengolahan 1,7 juta ton konsentrat per tahun, diharapkan akan mendukung hilirisasi yang digaungkan pemerintah. [Red]