23 Juni 2026

Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Polres Tulungagung Berhasil Amankan Oknum Pesilat Diduga Terlibat Penganiayaan

Polres Tulungagung Berhasil Amankan Oknum Pesilat Diduga Terlibat Penganiayaan

1 min read

TULUNGAGUNG, Mediasuarapublik – Dua orang terduga Pelaku penganiayaan berinisial FF (20) dan DS (19) yang merupakan warga  Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung diringkus Satreskrim Polres Tulungagung.

Kedua terduga pelaku bersama rekan-rekannya diduga melakukan penganiayaan terhadap korban berinisial RN (17) Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung pada, Jum’at 28 Mei 2023 sekitar pukul 16,00 WIB di pinggir Pantai Sine masuk Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto melalui Kasi Humas Polres Tulugung, IPTU Moh Anshori membenarkan terkait penangkapan kedua terduga tersangka.

“Polisi berhasil mengamankan terduga pelaku yang kini sudah ditetapkan tersangka pada hari Sabtu tanggal 29 April  2023 lalu sekira pukul 09.00 WIB dirumah masing masing,” papar Iptu Ansori.

Ia menjelaskan, jika peristiwa penganiayaan tersebut lantaran korban menggunakan simbol perguruan lain.

“Kejadiannya berawal saat para terduga pelaku melakukan minum-minuman keras di pinggir pantai Sine,” jelasnya.

“Para pelaku ini mengetahui korban sedang berfoto-foto di pinggir pantai dengan menggunakan Kaos LIGAS menghampiri dan langsung melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban,” tambahnya. 

Lebih lanjut, Iptu Anshori mengungkapkan, jika pihaknya berhasil mengamankan barang bukti yakni Hasil Visum et Repertum dan 1 balok kayu

“Atas perbuatanya para pelaku dijerat dangan pasal 170 KUH Pidana dan dilakukan penahanan di Rutan Polres Tulungagung,” katanya.

Atas kejadian ini pula, Kasi Humas Polres Tulungagung kembali menegaskan dan menghimbau agar warga perguruan janganlah mempunyai sifat fanatic yang berlebihan.

“Tumbuhkanlah rasa persaudaraan dan jangan munculkan rasa kebencian, sejatinya kita semunya adalah saudara, berbeda perguruan silahkan tapi jangan munculkan permusuhan,” pungkasnya. [Yud/Yar]