Sukses Kendalikan Kenaikan Harga Saat Idul Fitri, Indeks Inflasi Kota Kediri Terendah Se-Jatim
3 min read
KEDIRI KOTA, Mediasuarapublik – Tingkat inflasi Kota Kediri Bulan April secara mtm berada di angka 0,13 persen. Pardjan, Kepala BPS Kota Kediri saat dikonfirmasi mengatakan, penurunan inflasi di Kota Kediri dinilai lantaran upaya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri yang sukses melakukan pengendalian harga komoditas, salah satunya melalui Operasi Pasar Murah (OPM) yang dilakukan secara rutin, Rabu (3/5).
Sebagai informasi, angka inflasi Kota Kediri Bulan April berada jauh di bawah inflasi Jawa Timur yakni 0,30 persen dan nasional yakni 0,33 persen.
Berikut ini sepuluh komoditas penyumbang inflasi di Kota Kediri Bulan April: daging ayam ras menyumbang inflasi sebesar 0,089 persen; beras inflasi 0,068 persen; angkutan antar kota inflasi 0,055 persen; tarif kereta api inflasi 0,045 persen; emas perhiasan inflasi 0,028 persen; rokok kretek filter inflasi 0,028 persen; bahan bakar rumah tangga inflasi 0,026 persen; the siap saji inflasi 0,025 persen; tomat inflasi 0,020 persen; dan tongkol diawetkan inflasi 0,018 persen.
Selain itu, terdapat pula sepuluh komoditas penghambat inflasi, antara lain: cabai rawit mengalami deflasi sebesar -0,280 persen; telur ayam ras deflasi sebesar -0,036 persen; cabai merah deflasi sebesar -0,015 persen; bayam deflasi sebesar -0,011 persen; bawang putih deflasi sebesar -0,008 persen; pepaya deflasi sebesar -0,007 persen; kentang deflasi sebesar -0,007 persen; bawang merah deflasi sebesar -0,006 persen; kelapa deflasi sebesar -0,006 persen; dan sabun cair/cuci piring deflasi sebesar -0,005 persen.
Guna menjaga stabilitas harga di bulan Mei, Pardjan mengimbau kepada Pemkot Kediri agar tetap melangsungkan kegiatan OPM serta melakukan pemantauan harga dan stok secara rutin.
“Itu perlu dilakukan dengan tujuan mengecek ketersediaan komoditas dan mengantisipasi terjadinya lonjakan harga bahan kebutuhan di bulan berikutnya,” terangnya.
Ia juga berharap agar kenaikan harga Bulan Mei bisa ditekan dan tidak terlalu besar sehingga inflasi tidak begitu tinggi.
Sementara saat dihubungi secara terpisah, Tetuko Erwin Sukarno, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kota Kediri selaku Sekretaris TPID Kota Kediri menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kediri menyampaikan terimakasih sebesar besarnya kepada seluruh masyarakat Kota Kediri yang turut menjaga inflasi dengan berbelanja bijak, serta menjaga kondusifitas kota.
“Lebaran tahun ini sudah mulai ramai kembali di Kediri setelah pandemi, tapi masyarakat dapat menjaga kondisi tetap aman dan harga tetap terjangkau,” ujarnya dikutip, Minggu (07/05).
Capaian inflasi terendah di Jawa Timur ini berkat kerja keras semua pihak yang telah menjamin dan memastikan ketersediaan stok bahan pokok melalui serangkaian upaya pengendalian inflasi dalam jargon Siaga Inflasi Aman Terkendali atau SIASAT, di mana semua program-program unggulan Pemerintah Kota Kediri dikolaborasikan dalam satu platform, mulai dari info harga komoditas bahan pokok, jadwal operasi pasar, pinjaman modal usaha, pendaftaran pelatihan wirausaha, cek bansos dan jadwal penyaluran serta beberapa program lainnya.
“Semua informasi tersebut dapat diakses oleh masyarakat sejak awal tahun 2023, kami berharap dengan adanya pusat informasi ini, warga Kota Kediri bisa terus memantau harga pangan dan mengembangkan aktifitas ekonominya sehingga dapat memperkuat daya beli,” kata Erwin.
Tak hanya itu, Erwin secara khusus mengucapkan terimakasih kepada Kantor Perwakìlan Bank Indonesia Kediri dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kota Kediri dan seluruh pihak yang telah mensupport Pemerintah Kota Kediri dalam mengendalikan inflasi melalui pelaksanaan kegiatan bazar pangan murah yang digelar menjelang Lebaran kemarin, sehingga harga-harga bahan pokok dapat dikendalikan dan tetap terjangkau.
“Kerjasama yang luar biasa baik, semoga terus dapat berlanjut,” tutupnya. [AM/Yar]
