Perubahan Destination Branding, Ini Penjelasan Mas Dhito
2 min read
KEDIRI, Mediasuarapublik – Tepat di hari Jadi Kabupaten Kediri ke 1219, Bupati Kediri, Handindito Himawan Pramana meresmikan destination branding Kabupaten Kediri dari tagline Kediri Lagi menjadi Kediri Berbudaya di Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), Sabtu (26/03).
Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri mengungkapkan, jika alasan perubahan destination branding tersebut karena berbudaya merujuk pada akal dan budi pekerti yang maju.
“Yang tadinya kediri lagi menjadi kediri berbudaya,” tuturnya.
Mas Dhito menyebutkan, bahwa perubahan tagline destination branding ini didasari karena kayanya budaya di Kabupaten Kediri. Selain itu, lanjut Mas Dhito, Kediri ini juga dianggap menjadi ibunya peradaban di Indonesia.
Sehingga, tagline Kediri Berbudaya dinilai cocok dengan kondisi dan potensi dari kabupaten yang berpenduduk lebih dari 1,5 juta jiwa itu.
“Berbudaya itu didasari dari banyaknya peninggalan sejarah. Kurang lebih 509 peninggalan sejarah, situs, arca,” kata bupati Kediri yang gemar mengendari vespa itu.
Meski demikian, lanjut Mas Dhito, tagline berbudaya ini tidak hanya ditujukan untuk peninggalan sejarah saja. Melainkan punya arti luas.
“Tidak hanya sekadar seni dan budaya,bukan. Ada juga budaya toleransi, budaya kerja, disiplin, dan sebagainya,” imbuh Mas Dhito.
Pada sisi lain, Mas Dhito mengungkapkan dengan tagline baru ini pihaknya juga akan memutus ego-ego sektoral dengan membentuk tim lintas sektor.
Tim ini nantinya ditugasi untuk memecahkan isu-isu pembangunan. Seperti persoalan sampah, stunting, infrastruktur, hingga pelayanan publik.
“Jadi saya minta tim lintas sektor yang ada di internal pemerintah kabupaten untuk memutus budaya-budaya ego sektoral,” tegasnya.
Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin menambahkan supaya tagline baru ini bisa cepat tersebar menggantikan tagline Kediri Lagi, maka pihaknya akan melibatkan pemerintah desa.
“Selain melalui media, kita akan melibatkan kepala desa, apalagi perwakilan kepala desa hari ini sudah diundang di acara (launching destination branding) ini,” pungkasnya.
Penjelan Mas Dhito soal perubahan destination branding
Ditemui seusai acara Launching, Mas Dhito menjelaskan, jika Kediri Berbudaya memiliki makna filosofi yang mendalam. Pun demikian tagline tersebut juga bisa diartikan dengan makna yang luas.
“Kediri dianggap jadi ibu dari peradaban Indonesia. Berangkat dari banyaknya peninggalan sejarah,“ jelasnya.
Kabupaten Kediri memang menyimpan 509 peninggalan cagar budaya berupa struktur, bangunan, hingga situs.
Dari aspek kesenian, daerah berjuluk Bumi Panjalu ini juga memiliki 1754 kesenian. Dengan kekayaan tersebut, kata Mas Dhito, sangat sesuai dengan tagline yang dipilihnya. Selain itu, Pihaknya juga meminta agar kekayaan budaya ini terus dilestarikan.
“Tidak hanya sekadar seni dan budaya,bukan. Ada juga budaya toleransi, budaya kerja, disiplin, dan sebagainya“ ujar Bupati Kediri.
Alasan lain pemilihan tagline ini menurut bupati Keriri yang gemar mengendarai vespa itu karena berbudaya diasosiasikan sebagai pemikiran dan akal budi masyarakat yang maju.
Sehingga ke depan dalam era perkembangan teknologi masyarakat Kediri tetap menjadi masyarakat yang menjunjung tinggi luhurnya budi pekerti.
“Harapannya bisa mengimbangi bandara yang akan beroperasi Branding Destination ini bisa segera terbentuk (secara luas),” tandas Mas Dhito.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin mengatakan strategi tagline baru ini bisa cepat tersebar menggantikan tagline Kediri Lagi adalah dengan melibatkan pemerintah desa.
“Selain melalui media, kita akan melibatkan kepala desa, apalagi perwakilan kepala desa hari ini sudah diundang di acara (launching destination branding) ini,” pungkasnya. [Yud/Andk]
