Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Aktifitas Penambangan di Nglegok Tiarap, Disinyalir Sidak Sudah Bocor Duluan

Aktifitas Penambangan di Nglegok Tiarap, Disinyalir Sidak Sudah Bocor Duluan

3 min read

BLITAR, Mediasuarapublik – Aktifitas penambangan galian C di Kecamatan Nglegok pada, Selasa (14/3/2023) tampaknya tidak seperti biasanya. Arus kendaraan truk yang memuat material tambang di Desa Sumberasri dan Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar tampak lenggang.

Berdasarkan Informasi dari warga sekitar, kegiatan penambangan memang tidak seramai biasanya. Akan tetapi warga kurang mengetahui apa penyebabnya.

Saat mendatangi dua wilayah tersebut, Timsus Surat Kabar Harian (SKH) Suara Publik masih mendapati truk yang mengangkut pasir keluar masuk area tambang. Salah satunya yang berada di Desa Sumberasri yang berdampingan dengan Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Sesuai lokasi, area penambangan tersebut berada di aliran lahar Gunung Kelud yang masuk wilayah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar.

Dari keterangan yang diperoleh dari salah satu warga Blitar yang sekaligus juga pekerja tambang memang saat ini kegiatannya dihentikan dulu sambil menunggu perintah pemilik tambang, sehingga mereka tetap berjaga-jaga dilokasi sambil menjaga beberapa alat berat yang digunakan untuk penambangan.

“Dari pagi belum ada kegiatan, karena sedang ada kunjungan,” terang salah satu penjaga tambang.

Berdasarkan pantauan dilapangan, terlihat ada beberapa excavator yang dijadikan alat untuk penambangan pasir yang berada dilokasi tersebut. Terlihat juga ada beberapa truk yang terparkir, dimungkinkan aktifitas mereka sengaja dihentikan sambil menunggu situasi aman.

Sementara dilokasi di Desa Sumberasri hanya ditemukan aktifitas penambangan yang dilakukan oleh beberapa warga sekitar secara manual.

Diduga informasi akan adanya sidak atau operasi oleh aparat kepolisian yang dibicarakan oleh beberapa penjaga tambang dan sopir truk bocor sehingga mereka menghentikan aktifitas.

Sehingga para penambang tersebut berusaha mengelabuhi petugas dengan tidak melakukan kegiatan penambangan seperti biasa, walaupun alat berat dan truk muatan pasir dilapangan tidak akan terkena operasi.

Sementara dilokasi yang berbeda, yang berada di Desa Kedawung, tepatnya disebelah selatan Kantor Desa Sumberasri. Kegiatan penambangan di Pring Kuning ketimur beberapa kegiatan juga terpaksa dihentikan penambang. Hal yang sama disampaikan penambang kepada Timsus, karena akan adanya sidak dari apparat kepolisian sehingga aktifitas dihentikan sambil menunggu situasi aman.

Sedang aktifitas penambangan di Kabupaten Blitar cukup banyak. Dampak adanya kegiatan penambangan sendiri telah membuat beberapa ruas jalan raya sebagai fasilitas umum rusak parah. Seperti yang dapat kita lihat di Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok, akan tetapi warga sudah pasrah dengan kondisi yang terjadi di jalan desanya. Pasalnya aktifitas penambangan tersebut diduga ada pihak yang ikut bermain sehingga terkesan adanya pembiaran.

Kepada Timsus SKH Suara Publik, warga mengungkapkan keluhannya, karena kemana lagi warga akan mengeluh terkait kerusakan jalan yang ada di Desa Sumberasri, karena selama ini juga tidak pernah ada tindakan tegas terkait kerusakan jalan.

“Kami ini bukan tidak mau melaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Blitar atau ke Kepolisian mas, akan tetapi ujung-ujungnya semua sudah terkondisikan. Kalaupun dilakukan penertiban hanya sementara. Besok pasti penambangan operasi kembali,” keluhnya.

Aktifitas penambangan di Kecamatan Nglegok sesuai pantuan Timsus dilapangan sudah cukup parah sehingga dampak sosial dan ekonomi pasti akan memicu permasalahan bila tidak ada tindakan tegas dari pihak yang berwenang.

Dampak tersebut sudah masuk dalam pelanggaran hukum. Himbauan dari Kapolda Jatim beberapa waktu yang lalu bersama dengan Forkopimda Jatim terkait penertiban penambangan diwilayah Jawa Timur diduga tidak berjalan di Kabupaten Blitar.

Hal itu sangat disayangkan, terbukti upaya-upaya penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar justru sudah terlebih dulu bocor ketelinga pengusaha tambang. Terbukti pada hari ini saat dilakukan sidak di lokasi aktifitas penambangan sudah dihentikan untuk sementara waktu. [Timsus]