Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Sebanyak 249 Kasus Penyakit Kencing Tikus Serang Warga Jawa Timur

Sebanyak 249 Kasus Penyakit Kencing Tikus Serang Warga Jawa Timur

2 min read

SURABAYA, Mediasuarapublik – Penyakit bakteri yang menyebar melalui air kencing tikus atau yang disebut Leptospirosis menyerang warga Jawa Timur. Kasus penyakit kencing tikus ini tercatat telah menyebar ke tujuh kabupaten/kota di Jawa Timur (Jatim).

Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, selama Januari–Maret 2023, tercatat ditemukan 249 kasus leptospirosis atau mencapai 40 persen jika dibandingkan dengan temuan selama 2022 sebanyak 606 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim Erwin Astha Triyono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) saat musim hujan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir.

“Kami instruksikan kepada Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/ kota untuk meningkatkan Sistem Kewaspadaan Dini dengan pelaporan melalui SKDR yang sudah diverifikasi serta melakukan koordinasi/ jejaring dengan lintas program dan lintas sektor terkait dalam penanganan leptospirosis,” ujarnya, Selasa (7/3/2023).

Warga Jatim diimbau waspada jika merasakan gejala, antara lain seperti demam (>38°C), nyeri kepala, nyeri otot, malaise (lelah), serta mata tampak merah atau kekuning-kuningan.

Dinkes Jatim juga telah menyiapkan ketersediaan RDT leptospirosis di masing-masing kabupaten/ kota untuk mempermudah diagnosis serta mensosialisasikan tatalaksana pengobatan leptospirosis.

“Kejadian leptospirosis tidak hanya berkaitan dengan banjir saja, namun juga terkait dengan air yang terkontaminasi urin hewan pembawa bakteri leptospira, seperti tikus, sapi, babi yang ada di sekitar lingkungan manusia,” ucapnya.

“Tak hanya itu, penularan Leptospirosis bisa terjadi melalui kontak erat dengan binatang ternak yang terinfeksi dan terjadi pada pekerjaan yang berpotensi kontak dengan sumber infeksi,” imbuh Erwin.

Diketahui, penyebaran penyakit kencing tikus selain di Pacitan juga terdapat di Kabupaten Probolinggo sejumlah tiga kasus dengan jumlah kematian dua orang.

Kabupaten Gresik sejumlah tiga kasus, Lumajang sejumlah delapan kasus, Kota Probolinggo sejumlah lima kasus dengan jumlah kematian satu orang, Kabupaten Sampang sejumlah 22 kasus dan Kabupaten Tulungagung sejumlah empat kasus. [REV]