Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Dana Hibah provinsi dari Jasmas PDIP Diduga Buat Ajang Bagi-bagi Antara Pemberi Hibah dan PAC Penerima

Dana Hibah provinsi dari Jasmas PDIP Diduga Buat Ajang Bagi-bagi Antara Pemberi Hibah dan PAC Penerima

2 min read

Keterangan : Kelompok Peternak (Pokter) Penerima di Kecamatan Ngimbang, Foto : Timsus

LAMONGAN, Mediasuarapublik – Program Bantuan Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas)  Provinsi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang di peruntukkan untuk daerah, khususnya untuk Kabupaten Lamongan yang di dapatkan dari PDIP, yaitu anggaran dari ketua Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, Kusnadi pada tahun anggaran 2021 sebesar Rp 120 milyar untuk Kabupaten Lamongan.

Berdasarkan data yang di dapatkan oleh timsus Surat Kabar Harian (SKH) Suara Publik di lapangan, ditemukan adanya dugaan pengembalian 30 persen kepada kordinator di setiap kecamatan.

Selain itu, dari data yang ada, terdapat sejumlah nama yang di percaya membawa program dengan nominal Rp 120 milyar tersebut, ada yang dari dewan kabupaten dan ada yang menjabat sebagai ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP dan program dibagi kurang lebih pada 12 kecamatan se-Kabupaten Lamongan.

Dari penelusuran timsus di lapangan, berdasarkan data yang ada, terdapat sejumlah kelompok masyarakat (Pokmas) sebagai penerima, dari 4 kecamatan yang sudah didatangi oleh timsus yaitu, Kecamatan sukorame, Kecamatan Bluluk, Kecamatan Ngimbang, dan Kecamatan Sambeng, dari keterangan yang di dapatkan dari pokmas penerima dari 4 kecamatan yang di datangi timsus tersebut, semua mengakui adanya pengembalian sebesar 30 persen dari nominal anggaran yang di dapatkan, dan anggaran tersebut di berikan kepada tim pemberi dari masing masing kecamatan.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Bluluk, berdasarkan keterangan dari pokmas yang di datangi mengatakan, waktu anggaran turun dan sudah di cairkan dari Bank, dia lalu mengembalikan nominal 30 persen kepada PAC Bluluk sesuai kesepakatan awal sebelum program itu turun.

Keterangan yang sama juga di dapatkan timsus dari ketua Pokmas di wilayah Kecamatan Ngimbang, uang di setorkan sebesar 30 persen, tapi tidak kepada PAC, akan tetapi melalui salah satu pengurus relawan Senna Society di Kecamatan Ngimbang,

Beda halnya di Kecamatan Sambeng, pengembalian yang 30 persen tersebut, di berikan kepada PAC seperti juga yang terjadi di Kecamatan Sukorame.

Dari data yang di dapatkan, timsus sebagai landasan investigasi di 4 kecamatan tersebut,  bahwa semua Desa yang mendapatkan bantuan melalui Pokmas rata-rata mendapatkan kegiatan sebesar Rp 100 juta sampai Rp 200 juta. Dari kegiatan yang ada dan dari keterangan ketua pokmas, semuanya mengungkapkan bahwa dari anggaran yang di dapatkan di setorkan kembali sebesar 30 persen kepada masing-masing koordinator. [Timsus]