22 Juni 2026

Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Tutupi Badan Jalan, Material Proyek Drainase di Jalan Bunga Sebabkan kemacetan

Tutupi Badan Jalan, Material Proyek Drainase di Jalan Bunga Sebabkan kemacetan

3 min read

KEDIRI, Mediasuarapublik – Menindak lanjuti aduan masyarakat dan pengguna jalan yang sering melewati jalan Bunga di Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Timsus Surat Kabar Harian (SKH) Suara Publik mendatangi lokasi yang dimaksud.

Berdasarkan informasi yang didapat kemacetan sering terjadi pada pagi hari pada jam – jam  sekolah. Salah satu penyebab kemacetan di Jalan Bunga pada jam – jam sekolah, karena jalan tersebut merupakan salah satu akses menuju ke SMP Negeri 6 Kota Kediri yang memang dipadati oleh anak – anak yang memilih jalan tersebut untuk menuju sekolah.

Penyebab lainnya karena adanya tumpukan material U-Ditch yang hampir menutup separo jalan Bunga. Kemacetan tidak dapat terhindari manakala roda empat melintas pada lokasi sekitar tumpukan material proyek drainase tersebut. Pada tumpukan material U-Ditch pun Timsus SKH tidak menemukan rambu-rambu sebagai tanda adanya tumpukan material, hal tersebut sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas di malam hari.

Pada saat dilokasi proyek Timsus hanya melihat 5 orang pekerja yang sedang menggali saluran yang akan dipasang U-Ditch. Berdasarkan pantuan Timsus pekerjaan proyek saluran tersebut ada yang janggal. Dimana saluran yang digali selain harus dalam juga sangat Panjang, akan tetapi pekerjaannya dilakukan secara manual oleh 5 orang pekerja saja. Hal tersebut diduga menjadi salah satu penyebab pekerjaan tersebut tidak kunjung selesai, diduga pelaksana proyek mengerjakan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB).

Dari keterangan Imam Budiono selaku Ketua Kelompok Masyarakat (PokMas) Sekar Arum Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, beberapa waktu yang lalu pekerjaannya sudah menggunakan alat berat, akan tetapi karena hujan dan takut terjadi longsor sehingga pekerjaan galian dikerjakan secara manual.

Selanjutnya Timsus menanyakan terkait Volume kegiatan pembuatan saluran drainase di Jalan Bunga yang dikerjakan oleh Pokmas Sekar Arum. “Untuk Volume keseluruhan kurang lebih 500 Meter, dimana lokasinya ada di 2 titik. Untuk titik pertama di Ngampel sebelah utara yang pelaksanaannya sudah selesai. Jadi tinggal yang sekarang dikerjakan kurang lebih sekitar 150 Meter lagi,” jawabnya.

Kemudian Timsus menanyakan sumber anggaran untuk kegiatan drainase di Jalan Bunga ini dari mana. “Untuk dananya dari Prodamas (Program Pemberdayaan Masyarakat). Dimana dana Prodamas untuk tahun 2022 yang diterima masing-masing RT jumlahnya 100 Juta. Kemudian per RT sekitar 25 Juta digabungkan untuk kegiatan, salah satunya adalah drainase di Jalan Bunga ini,” jelasnya.

Dari keterangan Imam, dana gabungan yang dimaksud 25 Juta per RT yang didapatkan dari Prodamas, sedangkan untuk Kelurahan Ngampel sendiri jumlah RT nya ada 29, sehingga total anggaran yang dikelola Pokmas Sekar Arum adalah 725 Juta.

Perlu diketahui Bersama, Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) menjadi salah satu program walikota Kediri,dimana Prodamas dikembangkan dan dirancang sebagai program unggulan Pemerintah Kota Kediri yang ditujukan untuk menumbuh kembangkan, menggerakan prakarsa dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Khususnya, ditingkat kelurahan dengan berbasiskan pada wilayah rukun tetangga (RT) sebagai upaya untuk mewujudkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam pembangunan.

Kemudian Timsus menanyakan harga satu paket U-Ditch, yang terdiri dari saluran air berbentuk U dan Penutup saluran. “Kalau untuk harga pastinya saya lupa kalau tidak melihat RAB nya, kalau tidak salah 1 Juta Lebih per paketnya. Sedangkan ukuran U-Ditchnya sendiri 50 x 70 x 120,” tutup Imam.

Dari keterangan Imam dimana volume pekerjaan sesuai yang dijelaskan adalah 500 Meter, sedangkan untuk Panjang U-Ditch sendiri adalah 120 Cm. Sehingga jumlah U-Ditch yang dibutuhkan kurang lebih sekitar 417  buah. Dimana sesuai keterangan dari Imam dan berdasarkan informasi yang diperoleh Timsus untuk U-Ditch yang dipakai Pokmas SekarArum perpaketnya sekitar Rp. 1.175.000,- sehingga total anggaran yang digunakan untuk pengadaan U-Ditch sebesar Rp. 489.583.000,-.

Dari pekerjaan yang dikelola dan dilakukan oleh Pokmas Sekar Arum, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dan RAB. Hal tersebut sangat terlihat dari jumlah tenaga kerja yang ada dilapangan yang hanya ada 5 orang, selain itu untuk kapasitas ukuran U-Ditch sendiri dengan kapasitas 10 Ton tidak akan mungkin dapat dikerjakan secara manual. Hal tersebut patut dipertanyakan terkait RAB dan Realisasi dilapangan.

Realisasi jumlah tenaga kerja dan volume serta kapasitas bahan yang digunakan juga diduga tidak sesuai, hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab pekerjaan tersebut lamban. Dengan kata lain kemacetan yang dikeluhan warga dan pengguna jalan yang melintas di Jalan Bunga khususnya di jam-jam sekolah akan terus berlangsung selama proyek tersebut belum diselesaikan. [Timsus]