29 Juni 2026

Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Balaikota Performance Art, Upaya Pemkot Kediri Lestarikan Budaya Kadiren

Balaikota Performance Art, Upaya Pemkot Kediri Lestarikan Budaya Kadiren

2 min read

KEDIRI KOTA, Mediasuarapublik – Perhelatan Balaikota Performance Art telah usai dilaksanakan pada, Sabtu (26/11) malam hingga, Minggu (27/16) kemaren. Kegitan tersebut di isi dengan pertunjukan Sendratari Kadiri dan seni Reog Jaran Panoleh.

Kegiatan yang tak biasa itu, sengaja digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) sebagai wujud komitmen Pemkot Kediri bersama masyarakat melestarikan kebudayaan dan tradisi Kadiren. 

Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Zachrie Ahmad mengatakan, bahwa keberadaan seniman tari di Kota Kediri juga perlu di apresiasi dan diperhitungkan eksistensinya.

“Kita patut mengapresiasi para seniman-seniman tari yang ada di Kota Kediri. Berkat mereka kebudayaan Kediri masih tetap lestari dan bisa kita nikmati dalam sebuah pertunjukan yang menarik hati,” kata Zachrie dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/11) malam.

Ia mengatakan bahwa menjaga kelestarian kebudayaan baik itu berupa seni maupun kearifan lokal sudah menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami sangat senang sekali, karena masyarakat Kota Kediri turut berperan aktif dalam menjaga kebudayaan asli daerah dan kearifan lokal yang menjadi identitas asli dari Kediri,”tuturnya.

“Jika bukan dari masyarakatnya sendiri yang memiliki kesadaran, merawat kebudayaan akan terasa sulit. Tapi karena ini berangkat dari kesadaran diri, hal itu terasa menyenangkan,” imbuh Zachrie.

Helatan Balaikota Performance Art ini didukung oleh penampilan berbagai kelompok seniman tari yang eksis di Kota Kediri dengan fragmen cerita yang beragam yakni Tari Arohara & Genjring (MAN 1 Kediri), Tari Gama Acintya dan Yan’ku (Seni Tari Smekga), Tari Tahu Kuning dan Medley Nusantara (CK Dance), Tari Gregah dan Tari Kembang Abang (Sanggar Budaya Nusantara), Tari Semirang dan Topeng Panji (Tradata) serta Kesenian Reog ‘Jaran Panoleh’.

“Kami berharap, berangkat dari kegiatan semacam ini kesadaran masyarakat Kota Kediri dalam melestarikan kebudayaan dan tradisi daerah semakin terpupuk. Dengan sinergi yang baik antara Pemerintah dan masyarakat, kami yakin kelestarian budaya kita akan tetap terjaga,”pungkasnya. [Ali.M/Andk]