Diduga Gegara Korsleting, Bus Pariwisata Terbakar di Lamongan
2 min read
LAMONGAN, Mediasuarapublik – Insiden terbakarnya bus pariwisata PO. Gunung Harta, di Jalan Babat-Jombang sekitar kilo meter (KM) 14, tepatnya di sekitar rest area Maunen, Desa Dradahblumbang, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Rabu (23/11/2022) petang.

Berdasarkan informasi yang dapat kita peroleh dari pihak kepolisian, Bus Pariwisata Gunung Harta yang ludes terbakar itu dikemudikan Teguh Wibowo (38 th), warga Jalan Kartini RT 08 RW 04, Gedog Kulon, Kecamatan Turen Kabupaten Malang.
“Iya, kejadiannya pada Rabu (23/11/2022), sekira pukul 18.45 WIB. Tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan umum jurusan Babat-Jombang tepatnya di Ds.Dradah Blumbang Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan,” kata Kasat Lantas Polres Lamongan, AKP Aristianto Budi Sutrisno.
Terkait kronologinya, Aris mengatakan pada media jika berawal dari Bus Malam PO. Gunung Harta bernopol DK-7192-GH yang melaju dari arah utara menuju ke selatan atau menuju TKP. Saat itu, sopir bus yang melihat ke arah kanan belakang melalui spion dikagetkan dengan munculnya percikan api dan kepulan asap di bagian mesin belakang bus.
“Bus ini ditumpangi oleh 24 orang. Bus diduga mengalami korsleting kelistrikan. Akhirnya, sopir berusaha menghentikan bus, lalu memberitahukannya kepada penumpang dan membangunkan mereka yang tidur agar segera keluar dari bus,” terang Aris.
Lanjut Aris, beruntung sebelum api menjalar ke seluruh bodi bus, seluruh penumpang dan sopir bus langsung buru-buru keluar. Sejenak kemudian api melahap seluruh bagian bus secara merata.
“Bus terbakar hangus secara menyeluruh. Untungnya tak ada sampai menelan korban jiwa. Seluruh penumpang berhasil selamat,” jelasnya.
Dalam insiden terbakarnya Bus Malam PO. Gunung Harta bernopol DK-7192-GH meski tidak ada korban jiwa, namun Aris menyebutkan, kerugian materiil akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Kerugian materiil Rp350 juta,” tandasnya.
Selain itu lanjut Aris menyampaikan, untuk para petugas kepolisian yang datang ke TKP langsung menghubungi pihak Damkar Babat dan Ngimbang dalam insiden itu.
“Ada 3 Damkar dari Korwil Babat dan Ngimbang. Polisi melakukan olah TKP, mencatat keterangan dari para saksi,” ungkapnya.

Tidak hanya itu saja, menurut Aris, petugas kepolisian juga melakukan pengaturan arus lalu lintas yang sempat tersendat akibat insiden kejadian ini.
“Api dapat dipadamkan, proses evakuasi juga sudah dilakukan, selanjutnya arus lalu lintas berangsur lancar, sedangkan para penumpang bus yang terbakar itu telah dipulangkan ke tempat tujuannya masing-masing dengan bus lain,” pungkasnya. [Tulus/ J2]
