Gelar Bazar, Bupati Jombang : Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat
2 min read
JOMBANG, Mediasuarapublik – Lapangan Desa Pulo Lor Kecamatan/Kabupaten Jombang sedang bersolek. Lampu warna-warni menghiasi lapangan tersebut, Sabtu malam (12/11/2022). Puluhan tenda pedagang juga berdiri rapi. Warnanya senada. Dominasi putih. Tenda itu ditempati para pelaku UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) yang mengikuti bazar.
Kecantikan lapangan Pulo Lor ini menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung. Mereka datang silih berganti. Laki-laki, perempuan, anak-anak, remaja, orang dewasa hingga orang tua. Selain berbelanja di tenda UMKM, anak-anak juga bisa bermain di wahana yang disediakan, layaknya sebuah pasar malam.
Mega Bazar UMKM ini digelar oleh organisasi PKL, yaitu Spekal (Serikat Pedagang Kaki Lima) Jombang. Tujuannya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bagi UMKM yang ada di Kota Santri. Tidak tanggung-tanggung, bazar tersebut dihelat selama dua minggu. yakni, dibuka pada Sabtu (12/11/2022) dan berakhir pada Sabtu (26/11/2022).
Pembukaan acara tersebut berlangsung meriah. Para pengunjung disuguhi aneka hiburan. Mulai seni pertunjukan tradisional seperti jaranan hingga seni pertunjukan kekinian. Tenda UMKM yang berdiri juga menjual aneka kebutuhan. Mulai makanan dan minuman hingga aneka kerajinan. Semuanya tersedia dengan harga terjangkau.
Camat Jombang Sudiro Setiono hadir saat pembukaan Bazar UMKM ini. Dia memberikan apresiasi kepada FRMJ (Forum Rembug Masyarakat Jombang) dan Spekal yang menggelar bazar selama dua minggu.
“Ini akan memberikan efek yang bagus bagi PKL dan UMKM di Jombang. Bisa membangkitkan ekonomi,” kata Sudiro.
Apresiasi senada diungkapkan Kepala Desa (Kades) Kepatihan Kecamatan/Kabupaten Jombang Erwin Pribadi. Kades yang hadir dalam pembukaan bazar UMKM mengatakan bahwa bazar itu bisa membantu perekonomian PKL dan UMKM. Pasalnya, bazar yang digelar Spekal melibatkan UMKM yang ada di desa-desa.
“UMKM merupakan benteng yang kokoh ketika melawan krisis,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Spekal Jombang Joko Fattah Rochim mengungkapkan bahwa pedagang kaki lima merupakan jadi penggerak ekonomi. Namun sayang, selama ini mereka cenderung terpinggirkan. Padahal, sektor informal ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Dukungan itu bisa barupa bantuan nyata semisal permodalan maupun aturan yang melindungi PKL.
“Ini penting. Karena PKL juga memberikan kontribusi lewat pajak daerah. Mereka akan jadi penggerak ekonomi jika diurus dengan baik, tentu saja butuh sinergitas pemerintah,” ujar Cak Fatah, panggilan akrab Joko Fattah Rochim.
Bagaimana dengan Bazar UMKM Kreatif yang digelar di Lapangan Pulo Lor? Fatah mengatakan bahwa bazar tersebut murni kemandirian dari PKL. Artinya, acara tersebut tidak ada sumbangsih apapun dari pemerintah daerah.
“Ini murni kemandirian kami dalam mendorong tumbuhnya sektor ekonomi,” pungkasnya. [Aw/Hms]
