Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Akibat Jebakan Tikus, Petani Desa Gempol Pading Lamongan Meninggal Di Pematang Sawah

Akibat Jebakan Tikus, Petani Desa Gempol Pading Lamongan Meninggal Di Pematang Sawah

1 min read

LAMONGAN, Mediasuarapublik – Seorang petani warga Desa Gempol Pading, Kecamatan Pucuk, Lamongan mengalami nasib naas, Nursalim (62) ditemukan meninggal dunia akibat  kesetrum jebakan tikus yang dipasang oleh korban di lahan sawah miliknya, Sabtu (12/11/2022).

 Awalnya keluarga mulai merasa curiga sejak berangkat Nursalim ke sawah untuk mengontrol aliran listrik dari genset miliknya untuk jebak tikus, Jumat (11/11/2022) malam dan tidak juga kembali pulang hingga pagi hari.

 Sehingga saksi, Danang (35) anak korban Sabtu (12/11/2022) pada paginya berusaha mencari korban di sawah.

 Danang hanya bisa terbelalak ketika mendapati korban (ayahnya) tergeletak dengan posisi terlentang di pematang sawah.

 Danang tak kuasa lagi membendung tangis ketika melihat orang tuanya sudah tak bernyawa dengan posisi menindih kabel listrik aliran dari genset yang ia pasangnya.

 Saksi memastikan orang tuanya meninggal dunia akibat kesetrum aliran listrik dari jebakan tikus.

 “Kasihan bapak,” ujar Danang mengiba.

 Daanang selanjutnya memberitahu kepada keluarga dan para tetangga, tentang kematian  korban dan berlanjut ke Polsek Pucuk.

 Untuk selanjutnya Kapolsek Pucuk, AKP Suwandi didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Slamet, Kanit Patroli, Aiptu Suwito, Bhabinsa Sertu Tegar, Kades dan Bidan Desa segera datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban.

 “Pihak keluarga ikhlas akan kematian korban dan tidak bersedia diautopsi,” kata Suwandi.

 Suwandi juga mengimbau, insiden kematian korban yang meninggal akibat terkena sengatan listrik jebakan tikus ini bias menjadi perhatian para petani.

 “Perlu hati-hati dan ekstra waspada, ” kata Suwandi.

 Seringnya terjadi jatuh korban jiwa akibat jebakan tikus dengan menggunakan aliran listrik ini, diharapkan agar petani lebih berhati – hati dan dapat menggunakan cara lain agar terhindar dari petaka. [J2]