Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Kabupaten Lamongan Terima Penghargaan dari Gubernur Jatim

Kabupaten Lamongan Terima Penghargaan dari Gubernur Jatim

2 min read

LAMONGAN, Mediasuarapublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus mendongkrak perekonomian daerah lewat para pelaku usaha dari masyarakat. Hal tersebut dilakukan untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi yang sempat melemah karena adanya pandemi Covid-19.

Melalui program P3DN (Penggunaan dan Pemasaran Produk dalam Negeri), Pemkab Lamongan juga melaksanakan program pengembangan ekspor melalui berbagai pembinaan dan sosialisasi, pameran dagang, hingga misi dagang bersama Pemprov Jatim.

Perhatian lebih juga diberikan untuk mendongkrak perekonomian daerah, melalui program dan anggaran yang telah dialokasikan untuk pengembangan ekspor dengan peran aktif OPD terkait.

Kabupaten Lamongan akhirnya memperoleh penghargaan sebagai Pemerintah Kabupaten/Kota Pendukung Ekspor dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dalam kegiatan Ekspor Festival Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 di Surabaya.

“Alhamdulillah, bahagia sekali. Penghargaan ini merupakan yang pertama kalinya di Jawa Timur, dan di tahun 2022 ini hanya diberikan kepada dua kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Lamongan dan Sidoarjo,” ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi setelah menerima penghargaan itu.

Yuhronur menambahkan pada tahun 2021, berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan tahun 2021 terdapat 16 unit usaha dan 2 sentra industri Lamongan yang sudah melakukan ekspor dengan tujuan ekspor 16 negara di 5 benua, dan pada tahun 2022 jumlah pelaku ekspor Lamongan bertambah menjadi 18 unit usaha dengan 2 sentra industri dengan tujuan 46 negara di 5 benua.

“Berdasarkan data tahun 2021 nilai ekspor Lamongan mencapai 1,8 triliun, tahun ini targetnya 2 triliun dengan sementara hingga bulan Oktober nilainya 1,3 triliun. Ini masih akan bertambah, dan InsyaAllah bisa melebihi target. Semoga kedepannya lebih banyak lagi, karena potensi industri yang dimiliki Lamongan juga sangat luar biasa,” imbuh Yuhronur.

Pada hari itu juga, Yuhronur juga sangat bangga karena Desa Parengan Kecamatan Maduran dengan tenun ikatnya masuk menjadi salah satu dari 6 (enam) Desa Devisa yang diresmikan di Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan Anang Taufik, Desa Devisa merupakan program pendampingan berbasis pengembangan masyarakat atau komunitas untuk memberikan kesempatan kepada wilayah yang memiliki produk unggulan berorientasi ekspor. “Dengan penetapan Desa Devisa ini, nanti Pemprov Jatim bersama LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) dan Kemenkeu Satu akan memberikan pendampingan kepada Desa Tenun Ikat Lamongan,” terang Anang Taufik. (FM)

Baca Berita Terlengkap Lainnya di Google News