Wabup Lumajang Harapkan Lalaran Kolosal Nadhom Jadi Motivasi Santri untuk Menuntut Ilmu
2 min read
LUMAJANG, Mediasuarapublik – Lalaran Kolosal Nadhom diharapkan dapat meningkatkan motivasi para santri untuk menuntut ilmu.
“Kegiatan lalaran kolosal nadhom ini menjadi motivasi diri kita dalam menuntut ilmu, jangan ilmu agama saja yang diperdalam, tapi ilmu pengetahuan lain juga harus dikuasai oleh para santri karena di tangan generasi muda kalian para santri masa depan Indonesia menjadi bangsa yang berdaya saing tinggi,” ujar Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati saat Lalaran Kolosal Nadhom Aqidatul Awam, di Sport Park Alun-alun Lumajang, Minggu (30/10/2022).
Dalam kesempatan itu, Bunda Indah juga berpesan,agar santri mampu menjadi teladan serta menjaga martabat santri dan pondok pesantren.
“Santri harus menjadi teladan bagi generasi muda, kalian sudah benar menjadi santri, belajar agama di tempat yang tepat, bahwa di banyak tempat ada wilayah yang rawan narkoba, ini tanggung jawab kita semua , tangggung jawab santri untuk tidak dekat-dekat dengan narkoba,” katanya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Lumajang, KH. Jamaluddin menuturkan, bahwa dalam kegiatan tersebut, kurang lebih ada sebanyak 7 ribu santri dari 21 kecamatan se-Kabupaten Lumajang membacakan Nadhom Aqidatul Awam. Aqidatul Awam adalah salah satu nadhom kitab yang populer.
Lanjut dia, sesuai dengan namanya, Aqidatul Awam berarti aqidah untuk orang-orang awam yang mana kitab tersebut diperuntukkan bagi para umat Islam dalam mengenal ilmu tauhid lebih dalam. Kitab tersebut juga diciptakan oleh Syeikh Sayyid Ahmad Al Marzuqi Al Maliki Al Hasani.
“Kegiatan ini sebagai wahana silaturahmi, juga budaya hafalan bait-bait nadhom, melalui lalaran ini tujuannya para santri tidak terpapar paham-paham di luar ahlussunnah wal jamaah. Semoga tetap terpatri di dalam sanubari para santri, hingga kelak sampai akhir hayat dapat mempertahankan ahlussunnah wal jamaah,” tuturnya.
Sementara, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Lumajang, Khoirudin menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari peringatan Hari Santri.
“Awalnya adalah 5000 santri saya mendapatkan laporan saat ini mencapai 7000 santri,” ujarnya. [Red/Hms]
