Prabowo Dorong Pendidikan Negeri Gratis dari SD hingga Universitas
JAKARTA, Mediasuarapublik – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan tanpa biaya di seluruh satuan pendidikan negeri, mulai tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri.
Gagasan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Presiden mengatakan akan segera menggelar rapat terbatas untuk membahas rencana tersebut.
“Saya akan segera mengadakan ratas, pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis,” kata Prabowo di JICC akhir pekan lalu, dikutip Rabu (23/9/2026).
Presiden menyebut pemerintah memiliki kapasitas untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat hingga jenjang perguruan tinggi. Dalam penyampaiannya, Prabowo juga menyinggung dana hasil pemberantasan korupsi sebagai salah satu sumber yang dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat.
“Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri, harus gratis. Nanti nanti nanti akan ada yang bertanya. Dari mana uangnya? Uangnya yang dikorupsi, yang dicolong, yang dicuri,” ucap Prabowo.
Rencana tersebut saat ini masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut, terutama menyangkut mekanisme pelaksanaan dan pembiayaan. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga disebut tengah mengkaji skema pembiayaan untuk memperluas pendidikan gratis hingga perguruan tinggi negeri.
Kesempatan Pendidikan bagi Semua Anak
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, rencana pendidikan gratis tersebut berangkat dari prinsip bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa dibatasi latar belakang keluarga.
“Setiap anak Indonesia, dari keluarga dan latar belakang apa pun, berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan kesempatan yang sama untuk membangun masa depannya,” demikian keterangan Sekretaris Kabinet.
Menurut Teddy, pemerintah tidak hanya mempersiapkan perluasan akses pendidikan gratis. Pembenahan sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi bagian dari agenda pemerintah.
Sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akan terus diperbaiki agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dalam kondisi yang aman dan layak bagi para siswa.
“Memperbaiki sekolah serta fasilitas pendidikan yang rusak, agar anak-anak dapat belajar dengan aman dan layak,” kata Teddy.
Selain fasilitas pendidikan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Peningkatan kesejahteraan dan gaji guru disebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas pendidikan nasional.
Pendidikan Jadi Investasi SDM
Pemerintah menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam membuka kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk mengembangkan kemampuan dan menentukan masa depannya.
Komitmen tersebut tidak hanya diarahkan pada penghapusan biaya pendidikan di satuan pendidikan negeri, tetapi juga pada peningkatan kualitas lingkungan belajar dan kesejahteraan guru.
Teddy menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. Karena itu, ruang kelas menjadi salah satu titik penting dalam mempersiapkan generasi Indonesia di masa mendatang.
“Karena masa depan Indonesia dimulai dari ruang-ruang kelas hari ini,” pungkas Sekretaris Kabinet.
Dengan rencana tersebut, pemerintah selanjutnya perlu mematangkan mekanisme pelaksanaan, cakupan biaya yang akan ditanggung, serta sumber dan skema pendanaan agar kebijakan pendidikan negeri gratis dapat diterapkan secara terukur. [AH/Red]
