Bupati Gresik Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi, Langkah Strategis Putus Rantai Kemiskinan Menuju Indonesia Emas 2045
3 min read
GRESIK, Mediasuarapublik – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui sektor pendidikan. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Jumat (31/7/2026).
Pembukaan MPLS ini menjadi tonggak penting dalam pelaksanaan program pendidikan gratis berkualitas yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi diharapkan menjadi solusi nyata dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui pemerataan akses pendidikan yang inklusif dan bermutu.
Dalam sambutannya, Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan gedung, melainkan investasi besar dalam mencetak generasi masa depan Indonesia.
“Program ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi pembangunan kualitas sumber daya manusia sebagai pondasi kemajuan bangsa. Sekolah Rakyat hadir untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang layak tanpa terkendala kondisi ekonomi,” tegas Bupati Yani.
MPLS Tahun Ajaran 2026 berlangsung mulai 31 Juli hingga 21 Agustus 2026 dan menjadi awal perjalanan pendidikan bagi peserta didik baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik.
Bupati Yani menyampaikan bahwa momentum tersebut sekaligus memperkuat visi Gresik Baru Lebih Maju, yaitu pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas manusia, daya saing daerah, pemerataan pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan bagian dari prioritas nasional yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan berkualitas, mengurangi kemiskinan, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Gresik dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan kapasitas 405 peserta didik, terdiri atas:
90 siswa jenjang SD;
90 siswa jenjang SMP;
90 siswa jenjang SMA;
60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan; dan
75 siswa dari SRMA 37 Gresik.
Menurut Bupati, keberadaan sekolah tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat, serta keluarga dalam memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal memperoleh pendidikan.
“Pendidikan adalah jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan. Sekolah Rakyat menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, berakhlak mulia, mandiri, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memiliki semangat gotong royong dan cinta tanah air,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa MPLS tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, budaya belajar yang positif, kemampuan beradaptasi, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati.
Ia juga mengingatkan seluruh tenaga pendidik agar menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Sementara kepada para orang tua, Bupati mengajak untuk terus membangun kolaborasi aktif bersama sekolah demi keberhasilan pendidikan anak-anak.
“Keberhasilan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Kolaborasi inilah yang akan melahirkan generasi berintegritas, peduli sosial, dan memiliki akhlakul karimah,” katanya.
Di hadapan para peserta didik, Bupati memberikan motivasi agar mereka memanfaatkan kesempatan yang diberikan negara dengan belajar sungguh-sungguh, disiplin, serta tidak pernah berhenti bermimpi.
Ia optimistis Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Gresik akan melahirkan generasi penerus yang mampu menjadi pemimpin, pendidik, profesional, wirausahawan, inovator, hingga tokoh masyarakat yang berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Gresik, Indonesia, bahkan mampu bersaing di tingkat global menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan pembukaan MPLS turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gresik, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik, relawan PKH, Taruna Siaga Bencana (Tagana), tokoh agama, serta tokoh masyarakat Kecamatan Sidayu.
Melalui penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang adil, inklusif, dan berkualitas sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia unggul serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
(Eko NH)
