Pemkab Simalungun Terima Kunjungan Pemkab Aceh Utara Bahas Bantuan Penanganan Bencana
4 min read
SUMALUNGUN, Mediasuarapublik – Suasana hangat dan penuh rasa persaudaraan menyelimuti ruang rapat Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Sumatera Utara, saat rombongan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tiba untuk melakukan kunjungan kerja, Senin (25/5/2026).
Kehadiran rombongan tersebut disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora yang mewakili Bupati Simalungun, didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun, Jefra Hasudungan Manurung serta para pejabat tinggi daerah lainnya.
Rombongan yang datang dari ujung barat Indonesia itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Dayan Albar, bersama sejumlah pejabat lainnya antaranya Kepala BKAD Nazar Hidayat, Kepala Bappeda, Adamy, Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Muhammad, Kadis PU, Jaffar, serta Kepala Bidang Perencanaan Anggaran Daerah, Teuku Haviz.

Pertemuan antara kedua daerah ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan menjadi titik penting pelaksanaan kesepakatan yang telah disusun berdasarkan surat Menteri Dalam Negeri Nomor 900/369/SJ mengenai pemberian bantuan keuangan bagi pemerintah daerah yang terkena dampak bencana.
Berdasarkan kesepakatan yang telah disepakati bersama dan disahkan melalui arahan Kementerian Dalam Negeri, Pemkab Simalungun berkomitmen memberikan bantuan keuangan khusus sebesar Rp30 Miliar untuk digunakan dalam upaya pemulihan dan pembangunan kembali di wilayah Kabupaten Aceh Utara yang baru saja dilanda musibah alam.
Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Dayan Albar, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian serta dukungan nyata yang diberikan oleh Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Simalungun.
“Bantuan ini sangat kami harapkan dan kami butuhkan, terutama untuk membangun kembali berbagai fasilitas umum yang rusak, serta memperbaiki tata ruang dan infrastruktur yang hancur akibat bencana yang melanda wilayah kami,” ujarnya dengan nada penuh harapan.
Dayan menjelaskan kondisi yang dialami oleh daerahnya, bahwa Kabupaten Aceh Utara terbagi menjadi 27 kecamatan dan terdiri dari 852 gampong atau desa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 kecamatan terkena dampak banjir besar, sementara 2 kecamatan lainnya mengalami peristiwa longsor yang parah.
Dampak yang ditimbulkan pun terasa sangat mendalam, tidak hanya merusak bangunan dan jalan, tetapi juga mengganggu roda perekonomian serta kehidupan sosial warga. Oleh karena itu, kehadiran bantuan dari Kabupaten Simalungun menjadi angin segar yang akan dialokasikan untuk tiga sektor utama: perbaikan dan pembangunan infrastruktur umum, pemulihan sarana dan prasarana pendidikan, serta pembangunan hunian tetap bagi warga yang tempat tinggalnya hancur.
“Saat ini, ribuan keluarga masih tinggal di tempat hunian sementara sambil menunggu proses pembangunan selesai,” terang Dayan.
Selain membahas rencana penggunaan dana bantuan, kunjungan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan dan hubungan kerja sama antar daerah. “Kami berharap, di masa depan hubungan baik ini tidak berhenti di sini saja, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama di berbagai bidang pembangunan dan pengembangan daerah, agar kita sama-sama dapat memajukan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tambah Dayan.
Dikesempatan itu, Dayan menyampaikan keinginan yang tulus, bahwa nantinya setelah pembangunan selesai dan berjalan baik, pihaknya akan membuat lambang atau tanda pengenal khusus yang bertuliskan nama Kabupaten Simalungun, sebagai tanda terima kasih dan pengingat abadi akan kepedulian daerah tersebut di tengah masa sulit yang pernah dialami oleh masyarakat Aceh Utara.
Mewakili Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora menyampaikan sambutan hangat dan ucapan selamat datang bagi seluruh rombongan di tanah kelahiran masyarakat Simalungun.
“Kami dari seluruh warga dan pemerintah daerah turut merasakan kesedihan dan empati yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Kabupaten Aceh Utara. Kami sangat mengerti, bahwa bencana tidak hanya meninggalkan bekas kerusakan pada bangunan, tetapi juga memberikan dampak yang berat bagi kehidupan ekonomi serta kondisi jiwa dan pikiran masyarakat yang terkena dampak,” ujarnya.
Mixnon juga menegaskan, bahwa pemberian bantuan ini tidak hanya sekadar memenuhi amanah dan perintah dari pemerintah pusat, tetapi merupakan wujud nyata dari semangat persatuan dan kehadiran negara yang senantiasa berdiri di sisi rakyatnya, kapan saja dan di mana saja.
Untuk itu, kerja sama dan koordinasi yang baik antar pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar seluruh proses pemulihan dan pembangunan kembali berjalan dengan lancar, sesuai rencana, tepat sasaran, dan dikelola secara jujur serta terbuka.
“Melalui pertemuan ini, saya juga memberikan arahan khusus kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Simalungun, untuk segera menyusun pedoman dan aturan pelaksanaan serta mekanisme penyaluran bantuan keuangan ini, sehingga setiap langkah yang diambil memiliki dasar hukum yang kuat dan jelas, serta dapat mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat di Aceh Utara,” tegasnya.
Mixnon juga berharap, hubungan persahabatan yang terjalin hari ini dapat terus berkembang, menjadi jembatan pertukaran pengalaman dan ilmu pengetahuan, serta kerja sama yang semakin erat untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan dan mewujudkan kemajuan bagi kedua daerah.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun, Jefra Hasudungan Manurung juga menyampaikan sambutan hangat dan dukungan penuh dari lembaga perwakilan rakyat.
“Kami ingin menyampaikan, bahwa saudara-saudara kita di Aceh Utara tidak sedang berjuang sendirian dalam menghadapi musibah ini. DPRD dan Pemerintah Kabupaten Simalungun berdiri berdampingan untuk membantu dan mendukung proses pemulihan ini, semoga segala proses yang dijalankan dapat berjalan cepat dan hasilnya dapat segera dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucapnya.
Sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan, Jefra juga menegaskan bahwa penggunaan dana bantuan akan terus dipantau dan diawasi dengan ketat, mulai dari perencanaan hingga hasil akhirnya.
“Kami dari pihak legislatif sangat mendukung penuh pelaksanaan bantuan ini, karena kami melihat secara jelas betapa parahnya dampak yang dialami oleh saudara-saudara kita di sana, dan setiap upaya pemulihan tentu sangat dibutuhkan dan berharga,” tutupnya.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan ini menjadi bukti nyata, bahwa semangat persatuan dan persaudaraan antar daerah di Indonesia tidak akan pernah terputus, dan di saat salah satu bagian dari negeri ini tertimpa musibah, seluruh elemen bangsa akan datang membantu, berbagi beban, dan berjalan bersama untuk kembali bangkit. (Hasudungan Purba)
