31 Agustus 2026

Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Simalungun Ajukan Tiga Program Strategis ke Kementan

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Simalungun Ajukan Tiga Program Strategis ke Kementan

2 min read

SIMALUNGUN, Mediasuarapublik — Pemerintah Kabupaten Simalungun mendorong penguatan sektor pertanian sebagai langkah menghadapi ancaman kekeringan dan perubahan iklim yang berpotensi mengganggu produktivitas lahan. Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan mengusulkan tiga program prioritas kepada Kementerian Pertanian.

Usulan itu disampaikan Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian yang digelar di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).

Dalam Rakornas tersebut, Pemkab Simalungun menyampaikan kebutuhan penguatan infrastruktur pertanian yang dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan produksi pangan di tengah potensi kekeringan.

Bupati Anton Achmad Saragih didampingi Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rinton Damanik, Kepala Dinas Pertanian Jenri Saragih, serta Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Alpian Denri Saragih.

Tiga program yang diajukan Pemkab Simalungun meliputi penguatan sistem pengairan pertanian, peningkatan mekanisasi melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pembukaan atau pencetakan sawah baru.

Pada sektor pengairan, pemerintah daerah mengusulkan dukungan untuk pembangunan irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan. Selain pembangunan infrastruktur baru, pemeliharaan jaringan irigasi tersier juga menjadi bagian dari usulan tersebut.

Penguatan jaringan pengairan dinilai penting untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian, khususnya ketika memasuki periode kemarau yang berpotensi menyebabkan berkurangnya pasokan air.

Selain infrastruktur pengairan, Pemkab Simalungun juga meminta dukungan sarana mekanisasi pertanian berupa traktor roda empat dan hand tractor.

Ketersediaan alsintan tersebut diharapkan dapat membantu petani mempercepat proses pengolahan lahan. Dengan demikian, masa tanam dapat dilakukan lebih efektif dan tidak terlalu terdampak apabila musim kemarau datang lebih cepat.

Program ketiga yang diusulkan adalah pencetakan sawah baru. Pemkab Simalungun berencana membuka lahan pertanian baru pada lokasi yang sebelumnya telah melalui proses verifikasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan teknis.

Perluasan areal persawahan tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas produksi pertanian sekaligus mendukung pencapaian target swasembada pangan.

Langkah itu dinilai semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim yang dapat memengaruhi pola musim serta ketersediaan air untuk pertanian.

Sebelumnya, dalam Rakornas tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya memperluas areal tanam sebagai salah satu strategi utama memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, optimalisasi lahan serta peningkatan pompanisasi, khususnya pada lahan yang bergantung pada curah hujan, menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian.

Mentan juga meminta pemerintah daerah mengambil langkah mitigasi terhadap dampak perubahan iklim secara konkret. Salah satunya dengan memastikan ketersediaan infrastruktur air yang memadai sehingga indeks pertanaman (IP) dapat ditingkatkan meski kondisi cuaca semakin tidak menentu.

Bagi Pemkab Simalungun, dukungan terhadap ketiga program tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan daerah dalam mempertahankan produksi pangan sekaligus mengantisipasi risiko kekeringan yang berpotensi terjadi pada musim tanam mendatang. [Hasudungan Purba]