Kades Menunggal Diduga Markup Anggaran Desa
2 min read
GRESIK, Mediasuarapublik – Tim Media Suara Publik kembali melakukan investigasi di Desa Menunggal, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, seusai menerima informasi dari masyarakat setempat terkait sejumlah pembangunan di desa tersebut yang diduga janggal.

Di lokasi pertama, tim investigasi mendatangi pembangunan tempat pembuangan sampah yang dibangun menggunakan anggaran BK Kabupaten sebesar Rp200 juta.
“Yang menjadi masalah pada pembangunan ini yakni seharusnya selesai dibangun pada tahun 2025, akan tetapi bangunan ini baru diselesaikan pada awal tahun 2026 dan sekarang sudah pertengahan bulan,” ungkap reporter SPLTV Suliono, S.H., Jumat (16/01).


“Dari temuan pertama ini, kami menduga jika bangunan ini pada realisasinya hanya menghabiskan anggaran kurang lebih Rp50 juta sampai Rp60 juta saja. Hal tersebut dikuatkan dengan pengerjaan yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasinya, karena banyak sekali rongga-rongga di bangunan ini. Jadi, apa yang disampaikan oleh narasumber terkait pembangunan yang melangkah tahun dan dugaan markup anggaran di desa ini, kami menduga memang benar adanya,” lanjutnya.

Pada lokasi kedua, tim investigasi mendatangi lokasi yang diinformasikan menjadi tempat pembibitan ikan.
“Dari informasi yang kami dapat, Dana Desa yang diperuntukkan sebagai ketahanan pangan senilai kurang lebih Rp200 juta ya untuk ini dan di sini. Namun dari masyarakat sekitar yang kami wawancarai, mereka menyebut jika tidak ada penyebaran bibit di lokasi ini. Kami menduga kuat program ketahanan pangan di Desa Menunggal ini diduga fiktif,” ujar Suliono.
Pada lokasi ketiga, tim investigasi mendatangi lokasi pembangunan tembok penahan tanah yang didanai oleh BK Kabupaten senilai kurang lebih Rp60 juta.

“Kami menemukan bangunan dengan kondisi seperti ini. Dari informasi yang kami dapat dan analisa kami, kami menduga jika bangunan ini tidak sesuai dengan pagunya, karena kondisi bangunan sudah banyak terjadi retakan di mana-mana. Informasinya lagi, bangunan yang dibangun pada akhir tahun 2024 ini pada realisasinya hanya menghabiskan anggaran kurang lebih Rp15 juta sampai Rp20 juta. Hal itu dikuatkan dengan volume bangunan yang memiliki tinggi kurang lebih hanya 30 sentimeter dan panjangnya kurang dari 100 meter,” jelasnya.
Dari beberapa temuan tersebut, tim Media Suara Publik menduga kuat bahwa informasi yang disampaikan oleh narasumber kepada pihaknya memang benar adanya.
”Dan dari beberapa hasil dari temuan investigasi sebelumnya terkait dugaan anggaran BK Kabupaten yang mengalir ke level atas, kuat dugaan disini juga sama saja,” ujarnya.
Dengan temuan ini, tim Media Suara Publik menyatakan akan melaporkan seluruh hasil investigasi ini kepada pihak berwenang dan instansi terkait untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus mendorong adanya klarifikasi terbuka dari Pemerintah Desa Menunggal kepada masyarakat. [Timsuss]
