Pembangunan Fisik di Desa Menturus Jombang Diduga Dikorupsi Kepala Desa
3 min read
JOMBANG, Mediasuarapublik – Sejumlah pembangunan di Desa Menturus, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang diduga pengerjaannya tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Hal tersebut mencuat saat LSM Badan Anti Korupsi Republik Indonesia (BAKRI) mendapat informasi dari warga setempat dan ditindaklanjuti dengan investigasi lapangan.
“Dari aduan masyarakat sini kemaren, ada beberapa bangunan yang dilaporkan ke kita, ada pembangunan rabat beton dari anggaran BK Provinsi yang anggarannya 550 juta, pembangunan gedung serba guna dari anggaran BK Provinsi senilai 800 juta dan beberapa bangunan rabat beton yang sumber anggarannya dari Dana Desa tahun anggaran 2024,” urai Ketua Divisi Penindakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM BAKRI, Suliono kepada Mediasuarapublik, Selasa (25/02).

Pada lokasi bangunan pertama, yakni pembangunan rabat beton yang sumber anggarannya dari BK Provinsi Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp. 550.000.00, Suliono menjelaskan, jika pihak Pemerintah Desa Menturus membaginya di dua lokasi berbeda.



“Pada titik pertama ini, dengan rincian pada papan prasasti memiliki panjang 115 meter, lebar 3,50 meter dan tidak ada keterangan tebal bangunan. Saat kita coba melakukan pengukuran tebal bangunan ini, kita menemukan tebal bangunan ada yang 11 centi dan ada yang 13 centi dan yang paling tebal di 15 centi. Sedangkan lebar bangunan kami menemukan ada yang hanya memiliki lebar 3 meter ada juga yang 3,10 meter, kondisi bangunan juga kami menemukan beberapa titik yang sudah mengalami patah,” paparnya.
Pada titik kedua, lanjut Suliono, pada bangunan rabat yang memiliki rincian panjang 281,20 meter lebar 4,50 meter, pihaknya juga menemukan hal yang sama seperti bangunan rabat sebelumnya.



“Sama seperti bangunan yang pertama, kami tidak menemukan rincian tebal bangunan. Bangunan ini juga kondisinya sudah terjadi patahan. Untuk lebar saat kita melakukan pengukuran lebar bangunan ini hanya 3,80 meter. Sedangkan untuk tebalnya sendiri kami menemukan ada yang 13 ada yang 12 dan ada yang 15 centi,” jelas Suliono.

Pada lokasi ke dua, yakni pembangunan Gedung serba guna yang sumber anggarannya berasal dari BK Provinsi sebesar Rp. 800.000.000 tahun anggaran 2024.
“Di papan prasasti yang dipasang pihak pemerintah desa tidak ada keterangan untuk volume bangunan, hanya tertera 1 unit, seharusnya rincian bangunan seperti panjang, lebar dan tinggi bangunan ini harus dijelaskan, dan kita juga tidak bisa melihat kedalam bangunan karena Bu Kades sedang tidak ada ditempat, dan perangkat desa yang ada di kantor desa tidak berani memberikan izin kepada kita,” ungkapnya.

Pada lokasi ke tiga yakni pada pembangunan rabat beton dengan sumber anggaran Dana Desa tahun anggaran 2024 yang berlokasi di Dusun Menturus RT.04/RW.01 dengan rincian pada papan prasasti memiliki panjang 98 meter, lebar 3 meter dan tebal 0,15 meter.


“Kondisi bangunan yang menghabiskan anggaran sebesar 75 juta lebih ini cukup memprihatinkan, bangunan ini sudah terjadi banyak patahan dan pengelupasan di mana-mana. Saat kita melakukan pengukuran ketebalan bangunan kami menemukan bangunan ini memiliki tebal ada yang 14 dan ada yang benar 15 centi. Untuk lebarnya sendiri saat kita coba melakukan pengukuran lebarnya juga diduga tidak sesuai dengan prasasti yang di pasang, ada yang 2.98 dan ada yang 2,99 meter dan informasi yang masuk ke kita bangunan ini diduga hanya menghabiskan anggaran sekitar 40 jutaan saja,” katanya.

Pada lokasi ke 4 yakni pembangunan rabat beton berlokasi di Dusun Kalongan yang menghabiskan anggaran sebesar Rp. 67.000.000.


“Di prasastinya bangunan ini memiliki panjang 75 meter, lebar 3,5 meter dan tebal 0,15 meter. Saat kita mencoba melakukan pengukuran, kami menemukan tebal ada yang 12 centi dan ada yang 13 centi. Untuk lebarnya sendiri, kami menemukan ada yang 3,49 meter dan ada yang juga benar 3,5 meter lebih. Kondisi bangunan ini ini juga sama seperti yang sebelumnya sudah banyak terjadi pengelupasan dan patahan di banyak titik,” ucap Suliono.
Suliono mengungkapkan, jika pihaknya sudah 2 kali mendatangi Kantor Desa Menturus untuk meminta klarifikasi kepada Kades Nyamiati.
“Kemaren kita datang, dan hari ini kita juga datang. Namun masih belum ketemu sama Bu Kades,” katanya.
Berdasarkan temuan dilapangan, Suliono mengungkapkan, jika pihaknya akan segera melengkapi berkas dan akan melaporkan temuan tersebut ke pihak berwajib.
“Ya, dari temuan kita tadi, kita akan segera melakukan pemberkasan dan melaporkan temuan ini,” tutupnya. [TIMSUS]
