Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » 24 Ton Digelontorkan Dalam Upaya Penstabilan Harga Beras di Kota Kediri

24 Ton Digelontorkan Dalam Upaya Penstabilan Harga Beras di Kota Kediri

2 min read

KEDIRI KOTA, Mediasuarapublik – Pemerintah Kota (Pemkot) menggelontorkan 24 ton beras dalam operasi operasi pasar beras selama 3 hari di 3 Kecamatan.

Kabag Perekonomian Pemkot Kediri, Tetuko Erwin Sukarno menjelaskan jika operasi pasar tersebut dilaksanakan sebagai upaya Pemkot Kediri untuk menstabilisasi harga beras.

“Mulai akhir bulan Agustus harga beras mulai bergejolak. Sebagai upaya dalam menstabilisasi harga dan pasokan beras, hari ini kami menggelar Operasi Pasar Beras dan menyediakan 8 ton atau 1600 kantong beras kemasan 5 kg,” jelas Erwin dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10). 

Erwin menjelaskan pada operasi pasar dilaksanakan di Kelurahan Balowerti pada, Rabu (4/10), pada Kamis (5/10) di Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren dan Jumat (6/10) di Kelurahan Tamanan Kecamatan Mojoroto.

“Untuk kuota, kita menyediakan kuota yang sama, masing-masing 8 ton beras,”jelasnya. 

Lebih lanjut menurut Erwin, meskipun tujuan utama Pemkot Kediri menggelar operasi pasar untuk memastikan pasokan beras warga, tapi Erwin berharap dengan adanya operasi pasar ini dapat sedikit menekan harga beras yang terus naik.  

Erwin juga mengatakan, bahwa pihaknya memberikan batasan pada pembelian beras pada operasi pasar yang dilaksanakan, dimana beras hanya dapat dibeli oleh warga ber-KTP Kota Kediri dengan maksimal pembelian 2 kantong per orang.

“Pembatasan ini kami lakukan agar beras murah ini bisa dibeli warga secara merata,” tegasnya. 

Saat ditanya kelanjutan dari Operasi Pasar Beras ini, Erwin mengatakan bahwa Pemkot Kediri akan melakukan evaluasi setelah operasi pasar yang telah dilaksanakan dan menentukan apakah perlu diadakan operasi pasar lebih lanjut atau tidak.

“Sementara operasi pasar kita lakukan kemaren, akan kita evaluasi terlebih dulu. Jika memang selama 3 hari operasi pasar ini, animo masyarakat masih tinggi, bisa saja operasi pasar kita lakukan kembali,” ungkapnya. 

Sementara itu, Markayah salah satu warga Kelurahan Balowerti RT 08 RW 03 yang ikut membeli beras pada operasi pasar ini mengaku bahwa operasi pasar beras sangat membatunya disaat melonjaknya harga beras.

“Alhamdulillah saya dan warga Balowerti lainnya sangat antusias dan berterimakasih dengan dijualnya beras murah ini. Biasanya saya beli beras Rp. 12.000 per kilonya, selisihnya lumayan, jadi bisa untuk beli keperluan lainnya,”jelasnya. 

Markayah berharap kedepannya Pemkot Kediri bisa terus membantu masyarakat melalui operasi pasar dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Semoga operasi pasar ini bisa terus dilaksanakan kedepannya. Kalau bisa, tidak hanya beras yang ada di operasi pasar, tapi juga komoditas lainnya,” ungkapnya. [AM/Andk]