Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Empat ABK yang Dilaporkan Hilang di Perairan Gladak Ditemukan Meninggal

Empat ABK yang Dilaporkan Hilang di Perairan Gladak Ditemukan Meninggal

2 min read

TRENGGALEK, Mediasuarapublik – Proses pencarian empat anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan tenggelam pasca perahunya pecah akibat tergulung ombak di Perairan Gladak Kabupaten Tulungagung akhirnya membuahkan hasil.

Empat ABK itu berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan setelah melakukan penyisiran laut maupun darat.

Empat ABK kapal pancing bernama Wilwo dan Excel itu ditemukan tidak jauh dari lokasi dilaporkan tenggelam pada Senin (7/8) malam.

Empat ABK yang berhasil dievakuasi itu adalah Hendi Purnomo dan Kukuh Setio Aji, ABK kapal Excel serta Mukono dan Suparni ABK kapal Wilwo.

“Mereka ditemukan dalam kurun waktu hampir bersamaan,” kata Koordinator Pos SAR Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza, Rabu (9/8).

Namun sayangnya, dari empat ABK yang dievakuasi dari lokasi yang berdekatan antara ABK satu dengan yang lainnya itu tidak ada yang selamat.

Semuanya dievakuasi petugas dalam kondisi meninggal dunia. Mereka ditemukan mengapung tak jauh dari lokasi kejadian.

Hendi Purnomo nakhoda kapal Excel ditemukan pada pukul 11.20 WIB di jarak sekitar 0,5 nautical mile atau mil laut.

Disusul Mukono ABK kapal Wilwo di jarak 0,2 mil laut pada pukul 11.40 WIB.

Selang sekira 2 jam kemudian tim SAR gabungan kembali mengevakuasi Kukuh Setioaji ABK kapal Excel pada koordinat 0,3 mil laut dan terakhir adalah Suparni nakhoda kapal Wilwo pada pukul 0,7 mil laut sekira pukul 16.00 WIB.

“Selanjutnya korban dievakuasi menggunakan perahu nelayan menuju Pelabuhan Prigi. Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga,” imbuhnya.

Yoni mengatakan, saat ini Operasi SAR pencarian empat ABK tenggelam di Perairan Gladak Tulungagung resmi ditutup.

Terhitung tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, Basarnas, TNI AL, Polairud bersama unsur terkait lainnya dibantu nelayan setempat melakukan pencarian korban pada Senin (7/8) malam pasca menerima laporan.

“Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” ujarnya.

Sebelumnya dua kapal pancing yang berasal dari Kabupaten Trenggalek pecah setelah digulung ombak.

Dalam peristiwa itu, dua ABK di masing-masing kapal selamat, sementara yang lainnya dilaporkan tenggelam. Setelah dilakukan upaya pencarian mereka ditemukan dalam keadaan meninggal.

“Jadi ada dua kapal dengan masing-masing empat ABK. Empat ABK selamat sementara, empat ABK lainnya dilaporkan tenggelam,” pungkasnya.

Daerah yang menjadi lokasi kecelakaan laut itu memang terkenal sebagai spot mematikan. Selain terdiri dari banyak karang, ombaknya juga terbilang ganas.

Tercatat, Basarnas Pos SAR Trenggalek telah melakukan proses evakuasi di daerah itu sebanyak empat kali. Untuk itu dia mengimbau kepada nelayan untuk selalu waspada.

“Istilahnya lokasi tersebut spot ikan. Banyak pemancing pereng, banyak nelayan yang terkadang terlalu ke tepi untuk mencari ikan. Kami himbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, karena dari data kami sudah menangani empat musibah di daerah itu,” pungkasnya. [Red]