Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Pemuda Asal Desa Tales Gantung Diri Ditepi Sungai

Pemuda Asal Desa Tales Gantung Diri Ditepi Sungai

2 min read

KEDIRI, Mediasuarapublik – Seorang pemuda berinisial EP (22) ditemukan gantung diri di tepi sungai Dusun Setono, Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kediri, Kamis (29/06/2023). Pria warga desa setempat tersebut, diduga nekat mengakhiri hidupnya.

Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setya Budi, saat dikonfirmasi membenarkan terkait hal tersebut, ia menjelaskan, EP pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB.

“Dia gantung diri di pohon bambu memakai celana pendek warna biru dan jaket Hoody warna abu-abu dengan kondisi leher terikat tali tambang warna biru dari plastik menghadap keselatan,” Kata AKP Iwan.

AKP Iwan mengungkapkan, jika pihaknya belum bisa memastikan motif yang mendorong pemuda 22 tahun tersebut mengakhiri hidupnya. Namun, polisi menduga bahwa kejadian tersebut murni bunuh diri. Karena tak ada tanda-tanda kekerasan yang ada di tubuh korban.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan oleh pihak Identifikasi Polres Kediri serta petugas medis dari Puskesmas Ngadiluwih,” terangnya.

Tubuh EP, lanjut AKP Iwan pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang berjalan menuju sungai untuk buang air besar, dan mengetahui ada seorang laki-laki gantung diri dipohon bambu tepi sungai Setono kemudian saksi melaporkan kejadian kepada ketua RT.

Setelah menerima laporan, ketua RT meminta agar jangan diapa-apakan dulu, kemudian ia melaporkan kepada perangkat Desa Sumiyanto.

Atas kejadian tersebut perangkat desa Sumiyanto melaporan itu diteruskan ke Polsek Ngadiluwih. Tak lama kemudian petugas dari polsek datang dan melakukan olah TKP.

Awal mula kejadian tersebut, bermula sekira jam 20.00 WIB. Saat itu korban tidak ada dirumah. Keseharian korban, jika ingin pergi tidak pernah pamit sehingga tidak ada yang tahu.

“Korban ini, tinggal dirumah temannya karena korban sudah tidak memiliki keluarga dan diketahui tidak memiliki riwayat penyakit serta tidak sedang dalam gangguan jiwa dan diketahui korban adalah orang yang tertutup dengan warga sekitar,” papar Iwan.

AKP Iwan menjelaskan, jika menurut keterangan temannya diketahui korban sebelumnya pernah bekerja di pabrik ikan disurabaya sekitar 2 Minggu karena tidak nyaman korban keluar dari pekerjaannya dan hingga saat ini korban menganggur selama dua minggu terakhir.

Mayat Eko sempat dibawa ke puskesmas terdekat. Kemudian dilakukan visum luar. Menurut Iwan, hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. [Yud/Red]