Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Pria di Blitar Diduga Bunuh Diri Usai Ketahuan Goda Istri Orang

Pria di Blitar Diduga Bunuh Diri Usai Ketahuan Goda Istri Orang

2 min read

BLITAR, Mediasuarapublik – Seorang pria berinisial JMI (58) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya. Warga Desa Ponggok, Kabupaten Blitar itu diduga mengakhiri hidup setelah ketahuan menggoda istri orang.

Kasubsi Penmas Humas Polres Blitar Kota, Aipda Supriyadi mengungkapkan, bahwa berdasarkan keterangan yang diberikan oleh keluarga, keluarga membenarkan apabila bapak 3 anak itu, meninggal usai ketahuan menggoda istri orang.

“Jadi informasi yang beredar karena ada permasalahan asmara, jadi yang bersangkutan ini menggoda seorang perempuan yang sudah bersuami,” kata Aipda Supriyadi dikutip, Minggu (18/06).

Awal perkenalan JMI dengan perempuan yang merupakan istri orang lain ini, lanjut Aipda Supriyadi, yakni saat proses pengurusan surat menyurat di kantor desa untuk keperluan kerja di luar negeri. JMI yang saat itu bekerja sebagai perangkat desa nekat berkenalan dengan perempuan tersebut.

Seiring berjalannya waktu, bapak 3 anak itu pun terus menggoda sang perempuan. Hingga akhirnya sang perempuan menunjukkan bukti-bukti godaan JMI kepada suaminya.

Suami perempuan tersebut pun tidak terima dan sempat mendatangi JMI. Laki-laki usia 58 itupun mengaku bersalah dan sempat meminta maaf.

“Jadi chat WhatsApp yang berisi godaan itu oleh sang perempuan dikirimkan ke suaminya di rumah, kemudian suaminya mendatangi korban, sempat terjadi cek cok, tapi sudah damai,” imbuhnya.

Diduga JMI depresi sehingga memutuskan untuk mengakhiri hidup. Dugaan itu dikuatkan dengan adanya surat wasiat yang ditinggalkan oleh laki-laki 58 tahun itu.

Dalam suratnya JMI mengatakan sudah tidak sanggup menanggung beban hidupnya. Selain itu, sebelum ditemukan meninggal dunia, JMI juga terlebih dahulu menitipkan 2 anaknya kepada saudaranya.

“Intinya berisi keluhan bahwa korban sudah tidak kuat lagi menanggung beban. Wasiat ditujukan pada saudara dan anak-anak korban,” ujarnya.

Pada bagian-bagian awal, JMI meninggalkan pesan untuk saudara-saudaranya.

“ASS… SDR2KU YG BAIK HATI AQ UDAH GK KUAT MENANGGUNG BEBAN. AQ TITIP ANAK2KU TLG RAWAT SEPERTI ANAKMU SENDIRI. AQ PAMIT YO (Ass… Saudara-saudaraku yang baik hati. Aku sudah tidak kuat menanggung beban. Aku titip anak-anakku, tolong rawat seperti anakmu sendiri. Aku pamit ya,” demikian bunyi tulisan tangan diduga wasiat dari JMI itu.

Pada bagian selanjutnya, J menuliskan pesan yang ditujukan untuk istri dan anak-anaknya.

“ANAK2KU AYAH SAYANG SEMUA KELUARGA SINI. JAGA ADIK2MU YO NDUK DIL. PESANKU SHOLAT SING TEKUN. BUAT BUNDA I LOVE YOU. (anak-anakku, ayah sayang semua keluarga sini. Jaga adik-adikmu ya ‘nduk’ Dil. Pesanku, shalat yang rajin. Buat Bunda, ‘I love you’).” Supriyadi menambahkan bahwa saat ditemukan tewas pada Jumat sore dengan posisi tubuh telentang di lantai rumahnya, J sedang tinggal seorang diri.

Sedangkan istri JMI, lanjutnya, sedang bekerja di luar negeri sebagai TKW sejak beberapa tahun lalu.

Meski demikian pihak kepolisian belum bisa memastikan bapak 3 anak itu mengakhiri hidup dengan apa. “Dugaannya bunuh diri tapi tidak tahu pakai apa soalnya di lokasi kami tidak menemukan cairan racun juga kami tidak menemukan pisau,” tegasnya. [Yud/AM]