Mas Dhito : Fokus Pada Hilirisasi dan Industrialisasi Nanas
2 min read
KEDIRI, Mediasuarapublik – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana akan memberikan perhatian lebih lanjut pada hilirisasi dan industrialisasi nanas. Hal tersebut dilakuan setelah Kabupaten Kediri sukses mengembangkan sejumlah varietas unggul nanas, terutama varian produk dan olahan nanas, sehingga bisa memiliki nilai jual lebih tinggi yang menguntungkan petani.
Setelah sempat vakum akibat pandemi, Pemkab Kediri mengawali dengan menggelar Pineapple Festival (Festival Nanas) 2023 di Rest Area Gunung Kelud (pintu tiket masuk wisata Gunung Kelud), Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, 6 hingga 7 Mei 2023.
Pada festival yang resmi dibuka pada, Sabtu (6/5/23) lalu itu. Pada gelaran hari pertama ini dilaksanakan aneka lomba, pameran olahan dan edukasi terkait budidaya nanas. Sementara untuk, Minggu, 7 Mei 2023 menjadi puncak acara yakni diselenggarakan pawai tumpeng nanas, fashion pineapple carnival, dan gerebek nanas.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Anang Widodo, menjelaskan ada beberapa pesan yang ingin disampaikan oleh Mas Bup Dhito melalui adanya Festival nanas tahun 2023 ini. Pesan utama bahwa Kabupaten Kediri memiliki potensi budidaya nanas yang cukup besar.
“Berdasar tahun 2022 luasan budidaya nanas Kabupaten Kediri sebesar 2.578 hektar. Terdiri dari empat varietas yakni queen, simplex, pasir kelud dan semut kayen,” Jelas pria yang hadir dengan mengenakan topi dari serat nanas ini.
Dijelaskan oleh Nanang, Masbup Dhito fokus pada hilirisasi dan industrialisasi nanas. Arahannya agar Nanas Kabupaten Kediri selain dijual dalam bentuk buah, harus dioptimalkan dalam bentuk produk turunan olahan nanas. Sehingga memberi nilai tambah bagi warga masyarakat.
“Harapan kami sebenarnya kegiatan ini selain bisa menghibur juga menggali kreatifitas potensi khususnya produk varian nanas. Lewat pameran yang digelar hari ini, muncul kreatifitas hasil olahan dan muncul potensi baru terkait produk turunan buah nanas. Ada pie nanas,dodol, jenang natadepinas, bolunanas, sari nanas madumongso nanas, juga produk fashion serat nanas,” imbuh Anang.
“Pesan Masbup, pada Bulan Agustus saat bandara first landing, produk nanas harus menjadi sajian utama dari Kabupaten Kediri. Sekaligus menjadi ikon dan memberikan pesan belum ke Kediri kalau belum membawa pulang produk nanas,” pungkasnya. [Yud/AM]
