Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Gus Ali Beberkan 5 Kunci Hidup Bahagia

Gus Ali Beberkan 5 Kunci Hidup Bahagia

2 min read

SURABAYA, Mediasuarapublik – KH Agus Ali Masyhuri atau yang akrab dengan panggilan Gus Ali, pengasuh Ponpes Bumi Shalawat, Sidoarjo menyampaikan beberapa kunci menggapai kebahagiaan hidup dunia-akhirat dalam Tausiyah Halalbihalal 1444 Hijriyah Universitas Negeri Surabaya di Graha UNESA, Kampus Lidah Wetan.

Dalam acara dengan tema “Menggapai Kemuliaan Syawal” itu, Gus Ali setidaknya menyampaikan beberapa poin penting. Pertama, Mengutip salah satu hadis sahih, ulama NU tersebut menyampaikan bahwa mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Sayangilah apa yang ada di bumi niscaya akan disayang oleh apa yang ada di langit.

Jalan untuk mendapatkan kasih sayang Allah SWT, lanjutnya, harus mampu tampil menyayangi ciptaan-Nya walau kepada seekor binatang sekalipun. Salah satu wujud kasih sayang kepada sesama manusia yaitu saling memaafkan dan gemar bersilaturahmi. Keutamannya banyak, rezeki dilapangkan dan umur dipanjangkan.

Kedua, Gus Ali menyampaikan keresahannya atas semakin tergerusnya akhlak dan tata krama masyarakat karena penetrasi teknologi yang begitu tinggi dan canggih. Media sosial hari ini semakin dipenuhi kebencian dan kemarahan. “Ta’lim muta’alim mengalami pergeseran,” tukasnya.

Ketiga, semua orang mendambakan kebahagiaan, tetapi tidak semua mengetahui cara mencapainya. Ada yang mencari kebahagiaan lewat jalan korupsi, tetapi tidak bertemu keluarga, di penjara suasana hampa, baru mereka sadar. Ada juga yang mencarinya lewat jalan lain. Padahal, kunci kebahagiaan adalah mengikuti petunjuk Allah dan Rasulullah SAW.

Kiai yang gemar berselawat itu membocorkan langkah mencapai hidup bahagia yakni satu, buang kebencian kepada sesama. Kalau hati ada kebencian, tidak ada rumus kebahagiaan dan keberkahan. Dua, buang kekhawatiran dan kekerdilan pikiran. Tiga, Tidak berharap terlalu banyak atau bahasa santrinya qanaah. Empat, menjadi sahabat yang jujur saleh/salehah. Lima, Carilah lingkungan yang baik dan mendukung.

Keempat, halalbihalal seperti ini, merupakan hazanah kekayaan umat Islam Indonesia yang hari ini mulai diadopsi umat Islam negara-negara lain. Hazanah ini bermakna mempererat tali silaturahmi, rasa kekeluargaan dan persaudaraan dengan cara saling membuka diri dan maaf-memaafkan. Ini juga salah satu kunci kebahagiaan.

Kelima, ada beberapa ciri khas orang muttaqin (bertakwa) di antaranya, menjadi orang yang dermawan, menjadi orang yang memiliki kecerdasan emosional dan menjadi orang yang berjiwa pemaaf. “Satu lagi, tidak mengulang kesalahan yang sama. Empat hal ini harus kita praktekan dalam kehidupan nyata, termasuk dalam mengelola lembaga pendidikan,” tandasnya. [Rev/Yar]