Ratusan Rumah di Desa Wudi Lamongan Terendam Banjir
2 min read
LAMONGAN, Mediasuarapublik – Banjir kembali menerjang Desa Wudi, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan pada, Selasa (14/03) malam. akibatnya, ratusan rumah hingga puluhan hektar sawah dilaporkan terendam air yang disebabkan oleh luapan sungai.
Camat Sambeng, Eko Triprasetyo saat dikonfirmasi menjelaskan, banjir yang terjadi kali ini mencapai ketinggian 10 hingga 100 centimeter. Ia juga mengungkapkan jika tidak ada korban jiwa dalam peristiwa alam tersebut.
“Alhamdulillah mas tidak ada korban jiwa. Mudah-mudahan saja semua aman. Semoga banjir juga lekas surut,” ujar Eko Kepada Surat Kabar Harian (SKH) Suara Publik.
Eko juga mengungkapkan, sedikitnya 300 rumah, 11 tempat ibadah, satu tempat pendidikan, hingga 500 meter jalan poros desa terendam.
“Untuk sawah di Dusun wudi menurut laporan yang kami terima ada sekitar 10 hektar yang terendam,” katanya.
Camat Sambeng memastikan, jika banjir bandang yang terjadi di Dusun Wudi ini tidak berlangsung lama. Selagi hujan di belahan selatan desa reda atau berhenti, air akan segera surut.
“Insya Allah segera surut. Biasanya hanya lewat. Banjir hanya berlangsung tiga sampai enam jam,” katanya.
Untuk diketahui, Banjir yang terjadi kali ini merupakan kali kedua selama musim penghujan. Penyebabnya sama, karena intensitas curah hujan limpahan di wilayah Kecamatan Sambeng sangat tinggi dan dalam waktu lama.
Hujan sangat deras terjadi mulai pukul 15.00 – 17.00 WIB. Bahkan di belahan selatan Kecamatan Sambeng hujan baru reda sekitar pukul 21.00 WIB. Tak.pelak, kawasan Desa Sumberwudi yang datarannya lebih rendah otomatis menjadi sasaran aliran air tersebut.
Sementara itu Kapolsek Sambeng, AKP Suroto menjelaskan, jika di Kecamatan sebenarnya ada sungai. Tetapi karena volume aliran hujan sangat besar, akibatnya tidak mampu tertampung dan akhirnya meluber.
“Banjir ini sempat membuat warga panik. Segala isi rumah diselamatkan dengan memindahkan ke tempat lebih tinggi,” ujar AKP Suroto.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat Kecamatan Sambeng agar tidak panik, “Kami juga menghimbau, Terutama warga yang memelihara ternak dijaga ketat. Karena pengalaman banjir sebelumnya sempat ada seekor sapi yang mati karena terbawa arus deras, ” himbaunya. [Yar]
