Awali Tahun 2023, Tingkat Inflasi Kota Kediri Terpantau Stabil
3 min read
KEDIRI KOTA, Mediasuarapublik – Usai melewati momen tahun baru, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Kediri pada Bulan Januari 2023 cenderung mengalami penurunan apabila dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri pada Januari 2023, tercatat tingkat inflasi Kota Kediri sebesar 0,26 persen secara MTM.
“Inflasi bulan Januari cenderung menurun kalau dibandingkan dengan dengan Bulan Desember 2022 yakni 0,59 persen kemungkinan karena ada komoditas yang mengalami penurunan harga,” ucap Adenan, Plh Kepala BPS Kota Kediri kepada wartawan di Kediri, pada Sabtu (11/2).
Angka tersebut, lanjut Adenan, juga diketahui lebih rendah apabila dibandingkan dengan inflasi Nasional yakni sebesar 0,34 persen dan inflasi Jawa Timur yakni 0,36 persen.
“Posisi Kota Kediri berada pada urutan keempat terendah di Jawa Timur setelah Malang, Jember, dan Probolinggo apabila dibandingkan dengan kota atau kabupaten lain,” ujarnya.
Terdapat sepuluh komoditas utama penyumbang inflasi secara mtm, antara lain: cabai rawit mengalami inflasi sebesar 0,117 persen; beras inflasi sebesar 0,113 persen; emas perhiasan inflasi sebesar 0,0446 persen; minyak goreng inflasi sebesar 0,0419 persen; cabai merah inflasi 0,0368 persen; kontrakan rumah inflasi sebesar 0,0357 persen; ikan lele inflasi sebesar 0,0337 persen; rokok kretek filter inflasi sebesar 0,0249 persen; bahan bakar rumah tangga inflasi sebesar 0,0241 persen; dan tarif kereta api inflasi sebesar 0,0185 persen.
Di samping sebagai pendorong inflasi, terdapat pula sepuluh komoditas utama penghambat inflasi, antara lain: telur ayam ras mengalami deflasi sebesar -0,0737 persen; bensin deflasi sebesar -0,06 persen; bayam deflasi sebesar -0,0287 persen; terong deflasi sebesar -0,0223 persen; tomat deflasi sebesar -0,0194 persen; sawi hijau deflasi sebesar -0,0177 persen; buah naga deflasi sebesar -0,0132 persen; daging ayam ras deflasi sebesar -0,0130 persen; jagung manis deflasi sebesar -0,0087 persen; serta buah pir deflasi sebesar -0,002 persen
Terkait kondisi cuaca ekstrim yang masih terjadi, Adenan menyebut persediaan barang pada komoditas bahan pangan yang ditentukan cuaca memungkinkan mengalami kenaikan harga. Di samping itu, pihaknya juga memprediksi terjadi penyesuaian harga dan persediaan barang pada komoditas pabrikan akibat penyesuaian biaya transportasi.
“Untuk itu Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri perlu melakukan operasi pasar guna menekan harga komoditas terutama yang dikonsumsi masyarakat, paling tidak sampai musim panen tiba,” kata Adenan.
Sementara dikonfirmasi di tempat yang berbeda, Tetuko Erwin Sukarno, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Pemkot Kediri selaku Sekretaris TPID menyampaikan, bahwa kenaikan harga komoditas beras selama sebulan kemarin memberikan tekanan inflasi yang signifikan, sehingga perlu dilakukan intervensi pemerintah untuk menstabilkan pasokan dan harga yang terjangkau kepada masyarakat, oleh karena itu dilakukan Operasi Pasar pada tanggal 4, 5 dan 8 Februari kemaren di tiga Kecamatan wilayah Kota Kediri, bekerjasama dengan BULOG Sub Divre Kediri.
“Jika di Minggu Pertama Februari kemarin dialokasikan sebanyak 2 ton untuk masing-masing Kecamatan, maka minggu kedua Februari akan ditambah alokasi pasokannya hingga 8 ton tiap Kecamatan, agar bisa menjangkau lebih banyak masyarakat, syaratnya cukup menunjukkan KTP Kota Kediri, maka warga dapat membeli beras kualitas medium dengan harga Rp. 44.000 per kemasan dengan berat 5 kg,” jelas Erwin,
“Ini harga yang sangat terjangkau karena beras sejenis sudah dijual Rp.50.000 di pasaran” tambahnya.
Erwin menyatakan bahwa target dari pelaksanaan Operasi Pasar ini adalah agar memberikan perasaan aman pada masyarakat, selain itu TPID Kota Kediri akan selalu berupaya menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga bahan pokok.
“Agar warga bisa tenang dan tidak resah karena kenaikan harga beras, Pemerintah Kota Kediri bersama Bulog dan TPID akan terus mengupayakan pendistribusian beras dengan harga terjangkau kepada masyarakat, seraya berdoa agar masa panen raya padi dapat berjalan dengan baik sesuai ekspektasi dan harga beras dapat kembali ke harga semula,” tutupnya. [AM/Yud]
