16 Juni 2026

Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Pembuatan SIM Akan Gunakan Teknologi Scan Wajah

Pembuatan SIM Akan Gunakan Teknologi Scan Wajah

1 min read

JAKARTA, Mediasuarapublik – Penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) sekarang mulai menggunakan teknologi face recognition atau scan wajah. Hal tersebut bertujuan untuk memberantas praktik calo SIM yang umum di masyarakat.

Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri Brigjen Yusri Yunus mengatakan teknologi scan wajah itu salah satu tujuannya adalah untuk memberantas praktik calo SIM, jadi pemohon sekarang harus me-scan wajahnya saat membuat SIM.

“Kalau dulu bisa pakai joki, sekarang itu sudah pakai face recognition. Jadi, masuk ke dalam ujian ini kalau bukan mukanya, enggak kebuka,” kata Yusri dalam konferensi pers, dikutip pada Minggu (5/2).

“Saya kembangkan (satpas) ini prototipe. Jadi kalau ada yang pakai calo sudah salah. Karena dia mau apa, enggak akan bisa. Nanti akan ada tulisan langsung anda tidak lulus,” tuturnya menambahkan.

Menurut Yusri penggunaan face recognition itu akan diterapkan di satpas-satpas prototipe. Ia berharap penggunaan teknologi ini bisa diterapkan secepatnya.

“Kami dikasih anggaran, kami akan buat semua prototipe dengan teknologi lengkap semuanya. Ini sedang kami rapikan,” ucap Yusri.

Selain teknologi face recognition, Korlantas juga bakal menerapkan sentralisasi untuk memberantas praktik calo. Menurut Yusri nantinya oknum-oknum petugas satpas tak bisa lagi nakal, karena semuanya akan terpantau oleh Korlantas Polri.

Yusri menjelaskan selama ini pembuatan SIM masih terdisentralisasi, sehingga banyak anggota-anggota di lapangan yang nakal. Ia menargetkan sentralisasi SIM ini dapat terlaksana tahun ini.

“Besok sudah tidak ada. Semua diatur oleh Korlantas, kalau kamu tahu kamu tidak lulus, tidak akan terklik. Kalau persyaratan tidak diikuti, misalnya tidak ikut ujian praktik, ujian teori, itu akan dilihat oleh kami punya command center,” paparnya. [Red]