Kades Ngarum Diduga Selewengkan Anggaran BKKPD
2 min read
LAMONGAN, Mediasuarapublik – Berdasarkan keputusan Bupati Lamongan Nomor 188/162/KEP/413013/2022 tentang lokasi dan alokasi Bantuan Keuangan Khusus Kepada Pemerintah Desa (BKKPD) Desa Ngarum, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan Mendapatakan bantuan dua titik berupa pembangunan Tembok penahan Tanah (TPT).
Setelah mendapat informasi dari warga Desa Ngarum terkait adanya pembangunan di desanya yang menjadi sorotan warga Desa Ngarum, dimana terjadi tiga kali penggantian papan informasi pembangunan proyek. Disamping itu, melihat adanya potensi dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan pembangunannya, maka Timsus Surat Kabar Harian (SKH) Suara Publik melakukan penelusuran ke Desa Ngarum guna melakukan Investigasi terkait aduan masyarakat.
Pada 18 Januari 2023 Timsus melakuakan penelusuran di lokasi pembangunan proyek yang papan informasinya diganti 3 kali, dan oleh warga diinformasikan nominal serta sumber anggaran yang awalnya dari Dana Desa hingga sekarang menjadi anggaran BKKPD sebesar Rp. 200 juta. Sedangkan untuk volume bangunan panjang 276 M x tebal 0,25 M x tinggi 1,15 M. Dalam pembangunan TPT dijalan poros desa tersebut, dikerjakan mempergunakan material batu kumbung jenis umpak, sedangkan ketinggian diduga tidak sampai 1,15 M.
Selanjutnya pada TPT yang dibangun di jalan poros sebelum masuk Desa Ngarum sumber dana BKKPD dengan nilai Rp. 235 juta untuk volume pekerjaan panjang 409 M x tebal 0,25 M x tinggi 0,90 M yang dikerjakan dengan mempergunakan matrial batu kumbung jenis umpak untuk ketinggian diduga kurang dari 0,90 M.
Setelah melakukan orientasi dilokasi selanjutnya, siang itu Timsus mendatangi kantor Desa Ngarum untuk menemui tim pelaksana kegiatan (Timlak). Selain itu, Timsus juga akan menjumpai Kepala Desa (Kades) Ngarum untuk melakukan konfirmasi terkait permasalahan tersebut. Namun saat itu semua perangkat Desa tidak berada di kantor Desa, hanya ada ibu-ibu yang sedang melakukan kegiatan.
Untuk dapat menggali informasi terkait permasalahan tersebut, selanjutnya Timsus menghubungi salah seorang perangkat desa yang mengetahui seluk beluk pembangunan di Desa Ngarum melalui Whatsapp pribadinya dan akhirnya Timsus mencari alamatnya untuk bertemu dikediamannya.
Pada awalnya narasumber yang kita temui bersikap dingin dan menganggap Timsus hanya ingin mencari – cari kesalahan. Akan tetapi setelah diberi penjelasan akhirnya narasumber yang sekaligus perangkat Desa Ngarum itu mengatakan, bahwa semua pembangunan didesanya ditangani oleh Kades. “Kalau di Desa Ngarum ini mas, semua pembangunan dikerjakan bu Kades sendiri, kita ini perangkat tidak tahu dan tidak diberitahu sama bu Kades. Yang tahu cuma Bu Kades dan suaminya yang menjadi Kaur Keuangan pak.” Ungkapnya.
Selanjutnya, pada 24 Januari 2023 Timsus kembali mencoba untuk menemui Kades Ngarum guna memperoleh jawaban langsung terkait masalah ini, namun lagi-lagi Kades tidak berada di kantor Desa. Selain itu, timsus juga mengirim pesan melalui Whatsapp, namun Kades Ngarum tidak memberikan jawaban. Di Kantor Desa Ngarum Timsus hanya bertemu dengan Kaur Keuangan yang tidak lain adalah suami Ibu Kades Ngarum, namun saat ditanya keberadaan Bu Kades, kaur keuangan menjawab tidak tahu.
Dalam perjalan dari Kantor Desa Ngarum Timsus kembali memperoleh informasi dari warga Desa Ngarum yang tidak mau diketahui identitasnya yang mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan salah satu perangkat Desa Ngarum bahwa semua pembangunan yang ada di desanya itu ditangani sendiri oleh Kades dan suaminya. [Timsus]
