Terkait Kasus Penyakit Cikungunya, dr Khatib Himbau Masyarakat Jaga Kebersihan
2 min read
KEDIRI, Mediasuarapublik – Menindaklanjuti adanya beberapa kasus Cikungunya di wilayah Jawa Timur, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri, dr Ahmad Khatib menghimbau kepada warga agar selalu waspada terhadap paparan penyakit itu, meski saat ini belum ada laporan terkait warga Kediri yang terpapar penyakit tersebut.
“Pada bulan Januari ini memasuki musim hujan dan cuaca ektrem, perlu ada perhatian khusus untuk kebersihan lingkungan dan penting pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” kata dr Khatib kepada wartawan di Kediri, Senin (09/01).
Ia menjelaskan, jika salah satu cara yang bisa dilakukan yakni dengan dilakukan pengasapan di tempat rerimbunan sekitar rumah yang sudah dibersihkan.
Khatib mengungkapkan, adapun gejala yang diderita penyakit Cikungunya adalah demam tinggi hingga 39 derajat celcius, ruam kemerahan pada kulit, nyeri otot dan sendi, nyeri tulang, sendi bengkak, pusing,lemas dan mual.
“Jika kondisi seperti ini segera ke dokter atau puskesmas dan jangan diberi obat rumahan biasa. Jangan anggap remeh penyakit ini, bila terlambat penangananya nyawa taruhanya,” tegas dr Khotib.
“Cikungunya menyerang semua usia, dari balita, remaja, dewasa hingga lansia. Gejala timbul dari tiga hingga 7 hari dan segera penanganan. Untuk sendi rasa sakit bisa hingga dua bulan dan hal ini jika terlambat penanganan. Karenanya perlu segera berobat,” imbuhnya.
Ditambahkan Khatib sumber penyakit Cikungunya sama dengan demam berdarah (DB) yaitu nyamuk Aedes Aegypti.
“Karenanya sangat perlu adanya penerapan 3 M. Menutup, mengubur dan menguras. Segala hal yang berpotensi adanya genangan air perlu dibersihkan. Untuk kamar mandi bisa diberi abate untuk bunuh jentik nyamuk,” himbaunya.
“Perlu diketahui penyebaran nyamuk jenis ini begitu cepat dan cepat juga yang terpapar kolaps. Karenanya terapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk keamanan dan kenyamanan keluarga terbebas dari sakit,” tandasnya. [Yud/Andk]
