Babak Belur Dikeroyok Kakak Kelas, Santri di Malang Dituduh Curi Uang
2 min read
MALANG, Mediasuarapublik – Santri di Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur 1, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, berinisial MF (16), babak belur diduga dikeroyok kakak kelasnya. Aksi dugaan pengeroyokan terjadi lantaran korban dituduh mencuri uang.
Akibatnya, MF menderita sejumlah luka-luka di sekujur tubuhnya. Terduga pelaku merupakan kakak kelas korban di ponpes tersebut.
Rumahnya di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Sabtu (17/12/2022), MF terlihat masih lemas.
Sesekali dirinya memegangi kepalanya karena pusing. Pelipis kanannya masih terbalut perban lantaran luka. Sedikitnya tujuh jahitan bersarang di pelipisnya.
Dada dan sejumlah anggota tubuh korban membiru. Luka lebam itu diduga akibat pemukulan yang dilakukan puluhan santri di pondok itu.
MF bercerita, dia dituduh mencuri uang dua kali oleh rekannya sesama santri. Peristiwa kehilangan uang terjadi pada Kamis(15/12/2022). Namun MF tak merasa mengambil uang seperti yang dituduhkan.
“Alasannya dituduh ngambil uang, karena ada yang tahu saya membuka lemari, padahal itu cuma omongan saja,” kata MF.
Dia mengelak dari tuduhan kedua santri tersebut karena tak merasa melakukan pencurian tersebut. Akan tetapi, setiap kali mengelak MF dipukuli oleh para santri lainnya, sampai dipaksa mengaku.
Kejadian itu berlangsung pada Kamis dini hari hingga menjelang subuh. Perlakuan itu dialaminya secara bergiliran di beberapa area ponpes dari puluhan santri. “Dipukuli di seluruh badan, di pelipis dipukul pakai es batu. Sampai luka robek di pelipis, kepala masih benjol. Dipukuli jam 12 sampai setengah 4 pagi. Dipukuli 20-30 (santri), di area situ,” kata MF.
Usai menerima pemukulan puluhan temannya itu, dia lantas pulang ke rumah menaiki angkutan umum. MF kabur dari pondok dengan kondisi masih terluka di beberapa bagian tubuhnya.
“Nunggu pagi jam 6, jam 8 langsung pulang. Naik angkut. Setelah kejadian langsung pulang, enggak pamit. Pulang masih berdarah-darah,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang Iptu Wahyu Rizky Saputro membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan dari salah satu santri di Ponpes An-Nur 1.
“Sudah ada laporan. Pelapor dan korban sudah kami mintai keterangan,” kata Wahyu Rizky Saputro. [Red]
