16 Juni 2026

Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Cafe Ditempat Eks Lokalisasi Kembali Ganggu Ketentraman Warga

Cafe Ditempat Eks Lokalisasi Kembali Ganggu Ketentraman Warga

3 min read

KEDIRI, Mediasuarapublik – Warga yang bermukim di jalan Mulyorini Purwoharjo, Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kediri mengeluhkan keberadaan club malam dan rumah karaoke di komplek Krian. Pasalnya, tempat usaha discotique dan karaoke itu menimbulkan suara bising, sehingga membuat warga tak bisa tidur dengan nyenyak. Padahal surat pemberhentian operasi dari satpol PP sudah diterbitkan.

Wilayah yang paling terdampak suara bising adalah di RT 02 dan RT 03 RW 07, sebab wilayah RT TERSEBUT paling dekat dengan eks lokalisasi Krian. Kondisi seperti ini dikeluhkan warga yang bermukim di sekitarnya sudah sejak lama.hingga sampai saat ini, club malam dan karaoke remang – remang Krian masih tetap menimbulkan kebisingan serta mengganggu ketenteraman kampung.

“Jadi ketika malam orang mau tidur itu terdengar suara dentuman musik. Dum, dum, dum, begitu. Kencang sekali. Bahkan dentumannya itu bisa menggetarkan jendela rumah milik warga yang ada seberang,” kata seorang Ibu berinisial AE yang juga tokoh masyarakat, Kamis (01/12/2022).

Selain kebisingan, lanjut Ibu AE, juga timbul masalah sosial. Seperti, kerap terjadi perkelahian di eks lokalisasi, muntah hingga kencing sembarangan.

“Selain masalah bising, adanya masalah sosial yang timbul juga sangat mengganggu kenyamanan, keamanan, dan ketertiban di kampung. Warga sangat ketakutan bila terjadi perkelahian. Dan itu tidak sekali saja terjadi, tetapi sering,” jelasnya.

Sementara itu, seorang warga berinisial S , warga yang bermukim persis di dekat salah satu cafe karaoke merasa sangat terganggu. Setiap malam, dentuman musik menggema keras. Bahkan,  dirinya mendesak agar suasana kampung dikembalikan seperti sedia kala. Tidak ada suara bising karaoke. Bila tidak, maka warga meminta eks lokalisasi untuk ditutup total.

“Yang terpenting bagi kami ini bisa tidur dengan nyenyak. Bayangkan kalau ada keluarga kami yang sakit, atau punya anak balita  ini,” tutur perempuan sepuh ini.

Diketahui, sebelum mengadu ke awak media, warga sering mengeluh dengan pihak manapun. Pemerintah desa tidak bisa mengatasi masalah ini. Namun begitu, tidak pernah tersolusi. Cafe karaoke komplek krian diduga masih menimbulkan suara bising dan mengganggu ketentraman di kampung.

Untuk jam operasional, sesuai kesepakatan bersama warga dan mengacu pada perda, maka itu harus di patuti. Warga akan mengapresiasi untuk pemerintahan daerah karena diminta menyelesaikan permasalahan antara warga seberang eks lokalisasi Krian dengan pihak pemilik karaoke telah diakomodir. Tuntutan warga hanya satu. Yakni, tak ada suara bising yang dapat mengganggu ketenteraman warga. Karena itu, club malam karaoke di eks lokalisasi harus menuntaskan tuntutan warga.

Pada, Rabu 12 Oktober 2022 lalu, pihak Satpol PP, Muspika juga dari Pemerintah Desa serta pemilik karaoke akan mengadakan audensi yang akan membuat kesepakatan aturan jam buka sampai batas tutup malam juga ketertiban serta suara bising yang membuat warga disekitar eks lokalisasi Krian tidak terganggu lagi.

Salah seorang warga yang enggan diketahui identitasnya menambahkan, bahwa keberadaan komplek krian diakuinya memang sangat meresahkan warga sekitar. Kebetulan, kediaman politisi ini ada di seberang eks lokalisasi Krian. Karena itu, dia memahami perasaan warga yang marah atas suara bising yang ditimbulkan di eks lokalisasi Krian.

“Saya tidak bisa membayangkan. Rumah saya saja yang tepat berada di seberang komplek krian itu masih terdengar, bagaimana dengan yang berhimpitan persis. Kasihan. Bahkan ada warga yang sampai jual rumah terus pindah,” tuturnya.

Dia berharap, masalah tersebut dapat segera tersolusi. Pihak pemilik juga pengelola karaoke diminta lebih serius dalam memperbaiki peredam suara. Dan berusaha suara tidak sampai keluar dari rumah karaoke yang menimbulkan suara dari eks lokalisasi Krian yang mengganggu kenyamanan warga sekitarnya.

“Saya juga minta kepada satpol PP dan polisi untuk rutin patroli mulai pukul 00.00. Sebab rawan terjadi aksi tawuran. Khususnya jam-jam menjelang tutup, karena itu puncaknya mabuk,” tandasnya. [Yud/Yar]