24 Juni 2026

Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Kelompok Mahasiswa ITS Raih Juara I East Java Data Hackathon 2022

Kelompok Mahasiswa ITS Raih Juara I East Java Data Hackathon 2022

3 min read

SURABAYA, Mediasuarapublik – Kelompok mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya memenangkan piala gubernur Jawa Timur dan mendapat hadiah sebesar Rp15 juta dalam kompetisi East Java Data Hackathon 2022. Kegiatan ini digelar oleh Junior Chamber Internasional (JCI) Chapter East Java berkolaborasi dengan Diskominfo Jatim di Alim Husin Hall, Singapore National Academy (SNA), Pepelegi, Kacamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Kompetisi hackathon merupakan kegiatan kompetisi pemrograman yang berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari. Kompetisi ini diikuti sejumlah 110 mahasiswa maupun mahasiswi aktif S1 dari berbagai universitas di Jawa Timur, dengan jumlah total peserta 110 orang yang dibagi per timnya 5 orang sehingga berjumlah 22 tim. Kelompok tim mahasiswa ITS yang meraih juara pertama dan memenangkan piala gubernur tersebut, bernama tim ‘Horeee’.

Ke lima mahasiswa anggota Tim ‘Horeee’ dari ITS ini di antaranya adalah Bramandika, Jihan Nabilah, Lilik Setyaningsih, Nanda Novenia Shinta Hapsari, serta Wahidatul Wardah Al Maulidiyah, mereka berasal dari Jurusan Statistika pada tingkat Semester 7.

Dalam kompetisi East Java Data Hackathon yang digelar selama tiga hari berturut – turut ini, panitia memberi peserta data mentah dari beberapa sumber seperti BPS dan Diskop UKM Jawa Timur. Kemudian mereka diminta untuk melakukan analisis mengenai kebijakan atau keputusan apa yang dapat diambil Pemerintah Daerah Jawa Timur untuk mengembangkan performa UMKM di Jawa Timur. lalu peserta diminta kreatifitasnya untuk menentukan sudut pandang masalah dari tema dan data yang diberi.

Salah satu mahasiswa anggota tim ‘Horeee’, Bramandika, mengatakan, tim mereka menentukan sudut pandang masalah dari tantangannya menghabiskan waktu sebanyak 17 jam. “Kalo Challenge  itu dari tim kita, mulai dari menentukan problem statement dan visualiasi nya sih kak , soalnya kita diskusi nge spent waktu 17 jam untuk menentukan problem-nya sih kak,”ungkap Bram, dalam rilis yang diterima,Rabu (23/11).

Bram menjelaskan, judul project dari timnya adalah ‘Tantangan Penetrasi Teknologi Terhadap Perkembangan UMKM’. Dari judul tersebut, Bram mengaku bahwa dirinyalah yang menyumbangkan ide sudut pandang masalah untuk project timnya. “Kalo yang mencetuskan idenya sih aku sendiri kak dikarenakan aku juga memiliki project magang yang kebetulan tentang penetrasi juga,”jelasnya.

Diungkapkan Bram alasan timnya mengambil ide itu adalah karena potensi yang bisa dikembangkan UMKM di era digitalisasi. “Alasan kita ngambil ide itu sih karena potensi yang bisa dikembangkan apabila UMKM didigitaliasi kak, jadi kita pengen tau sebenarnya apasih hal yang membuat kenapa penetrasi teknologi terhadap UMKM itu rendah,”terangnya.

Setelah penentuan ide sudut pandang masalah itu, kemudian Bram menjelaskan proses timnya dalam mengerjakan project di kompetisi ini. Yaitu mulai dari penentuan problem statement, kemudian analisis data, serta pembagian tugas per anggota tim. Ada yang bertugas visualisasi hasil analisis, ada yang copy writing, dan ada yang membuat template infografis. Dalam pembagian tugas itu, Bram bertugas dalam copy writing.

Bram juga menjelaskan, karya project timnya ini menghasilkan solusi bagi pemerintah. “Hasil project kami ini lebih ke arah solusi sih kak, dikarenakan pendekatan yang dilakukan pemerintah untuk pelatihan digital selama ini kurang tepat,”pungkasnya.

“Semoga ke depannya tidak hanya skala provinsi aja semoga bisa hingga taraf nasional apalagi mengingat bahwa sekarang data adalah the new oil. Dan untuk pemerintah, semoga pemerintah lebih mengayomi dan juga mengembangkan  ketersediaan data, karena dengan data hampir semua permasalah dan solusi dapat diselesaikan dengan mudah,”pesannya.

Sementara itu, peraih juara ke dua yang mendapatkan uang sebesar 10 juta Rupiah dalam kompetisi ini adalah kelompok dengan nama tim ‘Plan A’. Mereka juga berasal dari ITS Surabaya Jurusan Sistem Informasi, yang anggotanya terdiri dari Muhammad Arif Nuriman, Liefran Satrio Sim, Jesselyne Amadea, Nabila Aprilia Putri, yang merupakan mahasiswa semester 5 dan Zada Alfarras Rasendriya, yang masih semester 3.  Judul project tim mereka adalah ‘Peer-to-peer lending sebagai penyelesaian masalah legalitas dan permodalan bagi UMKM di Jawa Timur.

Untuk peraih juara ke tiga yang mendapatkan uang sebesar 5 juta Rupiah adalah kelompok dengan nama tim ‘Javaadalahkoentji’. Mereka adalah mahasiswa dari Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) Jurusan Teknik Informatika. Tim mereka terdiri dari Christian Budhi Sabdana, Christian Trisno Sen Long Chen, Lawrence Patrick Sianto, Williandy Takhta, yang merupakan mahasiswa semester 7 dan Kenny yang masih semester 5. Judul project yang diangkat tim mereka adalah ‘Indikator Pemerataan Bantuan Pemerintah pada Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah. [Hms/Rev]