15 Juni 2026

Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » KBRI Sampaikan Tidak ada WNI dalam 151 Korban Tewas Pesta Halloween di Korsel

KBRI Sampaikan Tidak ada WNI dalam 151 Korban Tewas Pesta Halloween di Korsel

2 min read

JAKARTA, Mediasuarapublik – Pesta Halloween yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan menewaskan setidaknya 151 orang serta 150 orang luka-luka karena saling berdesakan dan berhimpitan.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul Gandi Sulistiyanto mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam insiden desak-desakan di ibu kota Korea Selatan pada Sabtu (29/10) yang menewaskan setidaknya 151 orang, termasuk dua warga asing.

“Kami terus memonitor lewat kantor-kantor polisi setempat dan rumah-rumah sakit setempat dan dilaporkan ada dua warga negara asing yang jadi korban dari tragedi Itaewon,” jelasnya, dikutip dari VOA pada Minggu (30/10) pagi.

Sementara itu, Mengutip dari keterangan Departemen Pemadam Kebakaran Korea Selatan, kantor berita AFP melaporkan, hingga pukul 08.45 WIB diketahui terdapat 19 WNA di antara 151 orang korban tewas.

Insiden mematikan tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 waktu setempat di lorong-lorong jalan sempit di distrik pusat hiburan malam, Itaewon. Ini salah satu insiden yang menelan banyak korban pada masa damai. Hingga saat ini, Korsel secara teknis masih berada dalam situasi perang dengan Korea Utara.

Presiden Korsel Yoon Suk Yeol menetapkan masa berkabung secara nasional terkait tragedi pesta Halloween itu.

“Ini benar-benar tragis. Sebuah tragedi dan malapetaka yang seharusnya tidak terjadi di jantung kota Seoul tadi malam,” kata Yoon, Minggu (30/10).

Media setempat melaporkan, diperkirakan 100.000 orang tumpah ruah di area tersebut saat insiden terjadi. Di Korsel, pesta Halloween semalam merupakan ajang kumpulan massa di luar ruangan terbesar setelah pandemi Covid-19.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah setempat telah melonggarkan aturan pembatasan sosial terkait Covid-19.

Kepala Departemen Pemadam Kebakaran Choi Seong-beom mengatakan, jumlah korban tewas masih bisa bertambah. Sebagian korban luka-luka saat ini berada dalam kondisi kritis.

Belum diketahui secara pasti, apa yang menyebabkan massa tumpah ruah dan kemudian berdesak-desakan di gang sempit dekat Hotel Hamilton, salah satu pusat pesta digelar.

Salah seorang korban selamat mengungkapkan, banyak orang jatuh dan menindih satu sama lain setelah mereka saling mendorong.

Dikutip dari wawancara dengan televisi berita, YTN, Hwang Min-hyeok, mengatakan bahwa dirinya terguncang melihat deretan jenazah di jalan dekat Hotel Hamilton. Sejumlah orang terlihat meratap di dekat jenazah rekan mereka.

Korban lainnya, remaja berusia 20-an tahun, yang dikutip kantor berita Yonhap, menuturkan bahwa dia terhindar dari petaka setelah masuk ke sebuah bar yang pintunya terbuka di jalan lorong dekat lokasi insiden.

Perempuan bernama keluarga Park itu mengaku berada di sisi pinggir jalan sehingga bisa menyelamatkan diri. Namun, banyak orang di bagian tengah jalan tidak punya kesempatan untuk menyelamatkan diri.

Terakhir tragedi mematikan terjadi di Korsel juga menelan korban kebanyakan para remaja. Pada April 2014, sebanyak 304 orang, sebagian besar adalah para siswa sekolah menengah atas, tewas dalam insiden tenggelamnya kapal.

Di Asia, tragedi pesta Halloween di Korsel ini merupakan peristiwa mematikan kedua dalam sebulan terakhir yang terjadi pada kumpulan massa dalam jumlah besar.

Pada 1 Oktober lalu, aparat keamanan menembakkan gas air mata seusai laga sepak bola Arema Malang versus Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang menewaskan lebih dari 130 orang. (AH)

Baca Berita Terlengkap Lainnya di Google News