Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Serangan Bertubi Rusia Kembali Terjadi ke Ukraina

Serangan Bertubi Rusia Kembali Terjadi ke Ukraina

2 min read

JAKARTA, Mediasuarapublik – Presiden Rusia semakin melancarkan aksi serangan ke Ukraina. Dalam sepekan terakhir, ibu kota Ukraina itu terus menjadi sasaran serangan rudal dan pesawat nirawak Rusia. Pada Senin (17/10/2022) dini hari waktu setempat, 28 pesawat nirawak berpeledak diluncurkan ke Kyiv.

Wali Kota Kyiv Vitaliy Klitschko mengungkapkan, seluruh pesawat itu dilaporkan meluncur dari selatan. ”Terima kasih kepada angkatan bersenjata, satuan pertahanan udara, mayoritas perangkat teror itu dijatuhkan,” katanya.

Pusat kendali operasi artileri pertahanan udara Ukraina menyebut, pesawat-pesawat itu diluncurkan pada pukul 03.30 waktu Kyiv. Dengan kata lain, serangan terjadi kala sebagian besar orang sedang tidur. Pemerintah Ukraina dan Kyiv berusaha memperingatkan warga setiap kali ada serangan udara. Walakin, waktu serangan menyulitkan sebagian warga untuk menyelamatkan diri.

Sejak hari pertama perang pada 24 Februari 2022, Rusia selalu menembakkan rudal pada dini hari. Serangan pada siang hari hanya terjadi di sejumlah provinsi di Ukraina timur dan selatan. Di sana, selain rudal, Rusia menggunakan roket, mortir, dan granat.

Akibat serangan pada Senin, setidaknya tiga warga tewas. Jenazah mereka dievakuasi dari bawah reruntuhan rumah susun. Selain itu, tiga warga dirawat karena cedera. Petugas masih mencari seorang warga yang diduga tertimbun di salah satu bangunan.

Walikota Klitschko mengingatkan, rangkaian serangan ini membuktikan peringatan serangan udara tidak boleh diabaikan. Selain melalui pelantang di berbagai penjuru kota, peringatan serangan juga disiarkan melalui aplikasi telepon seluler. Ponsel warga akan mengeluarkan suara keras jika peringatan disiarkan.

Masalahnya, waktu serangan membuat warga kesulitan menanggapi peringatan tersebut. Selain itu, sebagian warga cenderung lebih santai menanggapi peringatan serangan udara. Sebab, serangan lebih banyak terjadi di luar Kyiv.

Ibu kota Ukraina itu kembali merasakan serangan selepas Jembatan Kerch yang menghubungkan Semenanjung Crimea dengan Krasnodar Krai diledakkan pada 8 Oktober 2022. Moskwa menuding serangan itu diarahkan Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina. Sejauh ini, delapan tersangka ditangkap.

Berselang dua hari selepas truk meledak dan menghancurkan sebagian jembatan itu, 84 rudal meluncur ke sejumlah kota Ukraina. Selanjutnya pada 11 Oktober 2022, sebanyak 34 rudal kembali meluncur ke sejumlah kota Ukraina. Sebagian rudal itu meluncur ke Kyiv. (Red)